Kabar Golkar

Bamsoet Minta Kader Golkar Bersabar Terkait Capres/Cawapres di Pemilu 2024 Mendatang

Oleh · · Kabar Nasional

Credit Photo/ sumselupdate.com
Credit Photo/ sumselupdate.com

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Wakil Dikatakan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita sedang dihadapkan pada berbagai tantangan dari faktor internal maupun eksternal, antara lain, melemahnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa, kesenjangan sosial-ekonomi di tengah masyarakat, de-moralisasi generasi muda bangsa, potensi konflik horisontal di tengah kontestasi politik dan ancaman krisis dan hegemoni ekonomi-politik global.

Tantangan kebangsaan yang paling rawan masih adanya kesenjangan sosial-ekonomi di tengah masyarakat. Hingga September 2022, tingkat kemiskinan di negara kita tercatat 9,57 persen. Artinya, masih ada sekitar 26,36 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada periode yang sama, angka ketimpangan distribusi pendapatan atau dikenal dengan istilah rasio gini, tercatat sebesar 0,381, atau masih di bawah target yang ditetapkan pada RPJMN 2020-2024 sebesar 0,374.

Sebagai data pembanding, World In-equality Report tahun 2022 mencatat bahwa meskipun tingkat kekayaan masyarakat Indonesia meningkat signifikan sejak tahun 1999, namun tingkat ketimpangan kekayaan masih cenderung stagnan.

Rasio kesenjangan pendapatan pada tahun 2021 berada di level 1 banding 19. Artinya, jumlah penduduk terkaya memiliki pendapatan rata-rata 19 kali lipat lebih tinggi dari jumlah penduduk termiskin.

”Kesenjangan ekonomi ini tidak boleh kita abaikan begitu saja, karena jika merujuk pada survei Litbang KOMPAS, bahwa 19,2 persen terjadinya aksi radikalisme di Indonesia dipicu oleh faktor ekonomi,” jelas Bamsoet.

Terkait kebhinekaan, Bamsoet menjelaskan, upaya merawat kemajemukan Indonesia harus dilandasi oleh kesadaran bahwa keberagaman adalah fitrah kebangsaan yang harus dijaga bersama. Di sisi lain, kebersamaan sebagai sebuah bangsa juga harus ditopang oleh pondasi yang mengakar kuat, agar tidak mudah goyah oleh berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

Dalam konteks ke-Indonesiaan, pondasi tersebut mewujud pada sikap tenggang rasa dan semangat gotong royong. Sikap tenggang rasa adalah upaya menjaga perasaan, menempatkan situasi dan kondisi diri pada situasi dan kondisi yang dialami orang lain, sebagai cerminan sikap penghargaan dan penghormatan terhadap orang lain.