Rasio kesenjangan pendapatan pada tahun 2021 berada di level 1 banding 19. Artinya, jumlah penduduk terkaya memiliki pendapatan rata-rata 19 kali lipat lebih tinggi dari jumlah penduduk termiskin.
”Kesenjangan ekonomi ini tidak boleh kita abaikan begitu saja, karena jika merujuk pada survei Litbang KOMPAS, bahwa 19,2 persen terjadinya aksi radikalisme di Indonesia dipicu oleh faktor ekonomi,” jelas Bamsoet.
Terkait kebhinekaan, Bamsoet menjelaskan, upaya merawat kemajemukan Indonesia harus dilandasi oleh kesadaran bahwa keberagaman adalah fitrah kebangsaan yang harus dijaga bersama. Di sisi lain, kebersamaan sebagai sebuah bangsa juga harus ditopang oleh pondasi yang mengakar kuat, agar tidak mudah goyah oleh berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
Dalam konteks ke-Indonesiaan, pondasi tersebut mewujud pada sikap tenggang rasa dan semangat gotong royong. Sikap tenggang rasa adalah upaya menjaga perasaan, menempatkan situasi dan kondisi diri pada situasi dan kondisi yang dialami orang lain, sebagai cerminan sikap penghargaan dan penghormatan terhadap orang lain.