Kabar Golkar

Golkar dan Agenda Politik 2024

Oleh · · Kabar Nasional

Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar
Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar

Kabargolkar.com - Kurang dari sepuluh bulan lagi kita akan menyambut pesta demokrasi Pemilu 2024. Pada Februari tahun depan, partai-partai akan bersaing memperebutkan suara rakyat dalam pileg. Sementara pada saat yang sama, para tokoh terbaik bangsa akan berkompetisi dalam pilpres untuk merebut kepemimpinan nasional secara demokratik.

Sebagai partai yang kenyang "asam-garam" sejarah perjalanan bangsa, Partai Golkar melihat proses dan dinamika pemilu sebagai sesuatu yang harus disambut dengan riang-gembira. Di mana rakyat harus memiliki ruang seluas-luasnya untuk menentukan pilihannya terhadap partai dan capres, tanpa tekanan pihak mana pun.

Secara normatif, Golkar berkepentingan untuk memastikan Pemilu 2024 mendatang sebagai hajatan politik yang harus lebih baik daripada 2019. Terutama untuk mengakhiri keterbelahan sosial di masyarakat --cebong vs kampret-- menuju amanat Sila Ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia.

Ini tugas sejarah yang mendesak dilakukan, mengingat tantangan pasca 2024 sangatlah berat. Bangsa Indonesia harus mampu merespons situasi regional dan global yang terus bergejolak. Ekonomi dunia yang tidak stabil juga memerlukan kecerdasan dari para pemimpin untuk bagaimana membawa Indonesia selamat dalam melewati berbagai guncangan itu.

Oleh karenanya, Golkar berkepentingan untuk menghadirkan pemilu yang partisipatif dan berkualitas, sehingga parlemen yang terbentuk nantinya akan lebih kuat, valuable, dan mampu menjawab setiap tantangan --baik nasional maupun global-- untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meski demikian, saya sadar bahwa pastinya akan muncul pertanyaan operatif, bagaimana mewujudkan itu semua dalam situasi hari ini? Bagaimana Golkar berjuang untuk meningkatkan dukungan rakyat di parlemen? Siapa tokoh yang akan diusung Golkar sebagai capres dan cawapres? Deretan pertanyaan itu harus dijawab, karena semuanya juga merupakan anak tangga yang harus dipijak satu demi satu, untuk mewujudkan Indonesia masa depan yang lebih baik, sebagaimana di awal tulisan ini.