Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar dan Agenda Politik 2024
  Irman   26 Mei 2023
Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar

Kabargolkar.com - Kurang dari sepuluh bulan lagi kita akan menyambut pesta
demokrasi Pemilu 2024. Pada Februari tahun depan, partai-partai akan bersaing memperebutkan suara rakyat dalam pileg. Sementara pada saat yang sama, para tokoh terbaik bangsa akan berkompetisi dalam pilpres untuk merebut kepemimpinan nasional secara demokratik.

Sebagai partai yang kenyang "asam-garam" sejarah perjalanan bangsa, Partai Golkar melihat proses dan dinamika pemilu sebagai sesuatu yang harus disambut dengan riang-gembira. Di mana rakyat harus memiliki ruang seluas-luasnya untuk menentukan pilihannya terhadap partai dan capres, tanpa tekanan pihak mana pun.

Secara normatif, Golkar berkepentingan untuk memastikan Pemilu 2024 mendatang sebagai hajatan politik yang harus lebih baik daripada 2019. Terutama untuk mengakhiri keterbelahan sosial di masyarakat --cebong vs kampret-- menuju amanat Sila Ketiga Pancasila: Persatuan Indonesia.

Ini tugas sejarah yang mendesak dilakukan, mengingat tantangan pasca 2024 sangatlah berat. Bangsa Indonesia harus mampu merespons situasi regional dan global yang terus bergejolak. Ekonomi dunia yang tidak stabil juga memerlukan kecerdasan dari para pemimpin untuk bagaimana membawa Indonesia selamat dalam melewati berbagai guncangan itu.

Oleh karenanya, Golkar berkepentingan untuk menghadirkan pemilu yang partisipatif dan berkualitas, sehingga parlemen yang terbentuk nantinya akan lebih kuat, valuable, dan mampu menjawab setiap tantangan --baik nasional maupun global-- untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meski demikian, saya sadar bahwa pastinya akan muncul pertanyaan operatif, bagaimana mewujudkan itu semua dalam situasi hari ini? Bagaimana Golkar berjuang untuk meningkatkan dukungan rakyat di parlemen? Siapa tokoh yang akan diusung Golkar sebagai capres dan cawapres? Deretan pertanyaan itu harus dijawab, karena semuanya juga merupakan anak tangga yang harus dipijak satu demi satu, untuk mewujudkan Indonesia masa depan yang lebih baik, sebagaimana di awal tulisan ini.

Adaptif

Pertama, terkait dengan pileg, target Golkar di setiap pemilu adalah selalu meningkatkan dukungan rakyat seoptimal mungkin. Sejak pemilu perdana pasca reformasi, 1999, alhamdulillah Golkar selalu mendapatkan dukungan pemilih dalam jumlah yang signifikan. Secara umum posisi Golkar tidak pernah keluar dari tiga besar. Bahkan pada Pemilu 2004, Golkar yang saat itu mendapat tekanan politik luar biasa --karena dikaitkan dengan Orde Baru-- justru muncul sebagai pemenang.

Ini menunjukkan bahwa rakyat senantiasa merindukan Golkar untuk berkiprah dalam politik Indonesia. Setiap upaya untuk menghabisi partai ini terbukti gagal. Termasuk keluarnya sejumlah tokoh kunci yang di kemudian hari membentuk partai baru, tidak serta-merta membuat Golkar limbung. Justru yang terjadi sebaliknya, Golkar semakin menjadi jangkar bagi demokrasi di negara ini, serta mampu beradaptasi dengan reformasi itu sendiri.

Dengan modal tersebut, maka pada 2024 nanti seluruh kader partai Golkar meyakini bahwa kita bisa mendapatkan suara melebihi 2019.

Kedua, pada perhelatan pilpres, Golkar sejak awal telah memulai tradisi baru, yaitu membangun koalisi sejak dini. Menengok ke belakang, cikal bakal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sudah dimulai sejak pertengahan 2021. Rasionalisasinya, kerja sama politik atau aliansi antarparpol sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari, sehingga tercipta kesepahaman antaranggota koalisi

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.