Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily, menilai sebaiknya Pondok Pesantren Al-Zaytun dilakukan pembinaan. Sebab, kata dia, aset pendidikan di Ponpes ini sangat besar.
Ace awalnya memaparkan bahwa saat ini persoalan Al-Zaytun sedang ditangani secara hukum. Dia berharap kasus Ponpes Al-Zaytun sebagai lembaga dan Panji Gumilang sebagai pimpinan pesantren dibedakan.
"Kita seharusnya tidak mendahului proses hukum yang saat ini sedang berlangsung terkait dengan kasus Pesantren Al-Zaytun. Kita juga harus membedakan kasus Al-Zaytun ini, apakah terkait dengan kelembagaan Pesantren Al-Zaytun atau terkait dengan Panji Gumilang," kata Ace pada Rabu (12/7/2023).
Menurut Ace, pencabutan izin pesantren harus memiliki dasar hukum dan bukti yang kuat. Dia belum mendapatkan laporan terkait ajaran Ponpes Al-Zaytun bertentangan dengan kurikulum Kementerian Agama atau tidak.
"Pembubaran atau pencabutan izin suatu lembaga pendidikan seperti pesantren tentu juga harus memiliki bukti dan dasar hukum yang kuat. Sejauh ini, kami juga belum mendapatkan laporan terkait dengan kurikulum pendidikan yang diajarkan di Pesantren Al Zaytun ini bertentangan dengan kurikulum yang berlaku dalam lingkup Kementerian Agama atau tidak," tuturnya.
Oleh karena itu, Ace mendukung agar Ponpres Al-Zaytun dilakukan pembinaan. Ace mengatakan aset pendidikan di ponpes ini sangat besar.
"Jadi, tentu sebaiknya Pesantren Al-Zaytun ini lebih baik dibina saja. Apalagi Pesantren Al-Zaytun memiliki asset pendidikan yang besar, baik santri, tenaga kependidikan maupun sarana prasarananya," katanya.