[caption id="attachment_14980" align="aligncenter" width="712"]
Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra. (dok. DPR RI)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Polemik perlu tidaknya impor dalam kegiatan ekonomi menjadi hal yang terus diperbincangkan. Terutama karena permasalahan ini dianggap sebagai isu yang paling sering diperbincangkan, apalagi menjelang Pemilu serentak tahun 2019.
Eka Sastra, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang duduk di Komisi VI pun memberikan tanggapan pada Jumat (9/11/2018). Menurutnya, tidak ada negara yang tidak pernah impor. "Negara tanpa impor disamping ahistoris karena tidak ada satupun negara yang tidak melaksanakan kegiatan ekspor import, juga bisa menyebabkan keterbelakangan ekonomi," ujarnya.
Menurutnya, saat ini sudah terbentuk global supply chain. Eka Sastra lantas memberi contoh perusahaan Boeing. Perusahaan yang memproduksi pesawat terbang itu semua komponennya dari beragam negara. "Ekor dari Amerika, sayap dari Korea Selatan dan Jepang, mesin dari Inggris, pintu dari Prancis, dan beragam komponen lain lintas wilayah lintas negara," demikian terang Eka.
Sosok yang juga menjabat sebagai Sekjen PP AMPG ini menambahkan, bahwa untuk memproduksi satu pesawat, Boeing membutuhkan impor komponen dari berbagai negara karena tidak dapat memproduksi semuanya sendiri.
Eka Sastra mendorong perubahan ke arah lebih baik, tidak berputar-putar dan menjelek-jelekkan setiap kekurangan pemerintah. "Yang paling penting bagi kita saat ini adalah memasukkan Indonesia sebagai bagian dari global supply chain melalui kerja sama dari pihak kampus, pengusaha dan pemerintah," demikian Eka menegaskan pentingnya kerjasama antara pihak kampus, pengusaha dan pemerintah.
Politisi muda Partai Golkar ini menekankan bahwa pada masa global, Indonesia tidak boleh menutup diri. Yang perlu dilakukan justru sebaliknya, yaitu membuka diri dan terus mengembangkan setiap potensi yang ada. "Bukan menutup diri tapi bagaimana membuka diri, menatap kemajuan sambil terus memperbaiki daya saing dan inovasi," ujarnya.
Sebagai pengusaha, Eka pun menyadari pentingnya peran dan tugas pengusaha, menjaga kedaulatan bangsa melalui inovasi dan pengembangan teknologi serta jaringan dalam bisnisnya.
(tim liputan)