Kabar Golkar

Kematian Kanker Serviks Tinggi, Ketua MPR Minta Sosialisasikan Vaksin HPV Nusagard

Oleh · · Kabar Nasional

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Liputan6.com/Angga Yuniar)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Photo: Liputan6.com/Angga Yuniar)

kabargolkar.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Pemerintah mensosialisasikan vaksin HPV Nusagard produksi PT Bio Farma bekerja sama dengan MSD yang baru diluncurkan. 

Sosialisasi ini melihat bahwa jumlah kematian akibat kanker serviks di Indonesia terbilang tinggi.

"Meminta pemerintah menyosialisasikan secara masif mengenai vaksin Nusagard yang diproduksi untuk keperluan program vaksin nasional, sehingga banyak masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran untuk diberikan vaksin HPV," kata Bamsoet, sapaan akrabnya dalam pernyataan resmi pada Kamis, 3 Agustus 2023.

"Dikarenakan jumlah insidensi dan kematian akibat kanker serviks merupakan tertinggi kedua di Indonesia."

Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Vaksin Human Papillomavirus atau HPV Nusagard ini menambah jenis produk bioteknologi farmasi yang berhasil diproduksi di dalam negeri.

Bamsoet juga meminta Pemerintah memastikan distribusi vaksin HPV tepat sasaran.

"Karena vaksin tersebut untuk memenuhi kebutuhan program imunisasi nasional, khususnya imunisasi HPV yang tahun 2023 ini akan diberikan untuk 2,9 juta anak perempuan usia sekolah dasar kelas 5 dan 6," lanjutnya.

Dukung Eliminasi Kanker Serviks

Pemerintah juga diminta memastikan Vaksin HPV Nusagard dapat memenuhi kebutuhan vaksin yang dibutuhkan dalam program pemerintah.

"Ini sekaligus untuk mendukung tercapainya eliminasi atau pengurangan kasus kanker serviks pada tahun 2030 nanti," Bambang Soesatyo menerangkan.

Serius Pencegahan dengan Imunisasi HPV

Bamsoet turut mendukung seluruh upaya pemerintah dalam memperkuat pengendalian kanker serviks di Indonesia, khususnya melalui produksi vaksin mandiri dalam negeri.

Kemudian meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serius dalam melakukan upaya pencegahan dengan program imunisasi HPV secara nasional untuk anak perempuan, penapisan kanker serviks untuk perempuan usia 30-50 tahun.

"Dan memastikan perempuan yang teridentifikasi kanker serviks bisa mendapatkan pengobatan yang optimal," tutup Bamsoet.

Diberikan Gratis untuk Anak Kelas 5 dan 6 SD