Kabargolkar.com - Politisi senior Partai Golkar, Nusron Wahid membeberkan, keputusan Partai Golkar mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.
Pria yang juga legislator asal Jawa Tengah ini mengatakan, keputusan Golkar mendukung Prabowo sebagai capres salah satu alasannya demi persatuan bangsa Indonesia.
Golkar, kata Nusron, menilai Prabowo adalah sosok yang bisa mengakhiri adanya polarisasi di masyarakat. Yakni antara kelompok yang kerap disebut cebong dan kampret/kadrun yang terjadi hingga saat ini.
"Konfigurasi koalisi dan sosok figur Pak Prabowo merupakan titik temu dengan proses mengakhiri, pembelahan politik antara 'cebong' dan 'kadrun' dalam dua kali Pilpres sebelumnya," kata Nusron dalam keterangan persnya, dikutip Selasa (15/8/2023).
Anggota Komisi VI DPR ini menegaskan, narasi yang dibangun Partai Golkar dalam mendukung Prabowo sebagai Capres 2024 telah berubah. Hal tersebut, sekaligus membuat publik lebih yakin bahwa Prabowo membawa masa depan bagi Indonesia lebih baik.
"Kehadiran koalisi besar Pak Prabowo ini menjawab kelelahan publik yang ingin menghindar atau menghindari polarisasi dan fragmentasi politik aliran yang sangat ekstrem dan tajam selama ini. Ini yang membedakan koalisi dan situasi saat ini, dibanding dengan koalisi dan kondisi tahun 2014," papar Nusron.
Nusron menyebut Prabowo memiliki kematangan seorang pemimpin yang sudah melalui banyak proses. Dia menegaskan situasi saat ini telah berubah. Dulu Prabowo belum pernah masuk ke pemerintahan dan masih dibayang-bayangi masa lalu, dengan watak yang keras dengan berbagai isu yang menerpa.
"Sekarang Pak Prabowo sudah berubah. Calon Presiden dua kali, ikhlas masuk ke kabinet sebagai pembantu Presiden Jokowi (Menteri Pertahanan RI) yang juga kompetitornya dalam pilpres. Itu menandakan Pak Prabowo seorang yang ikhlas dan legowo, demi bangsa dan negara. Selain itu Pak Prabowo semakin humanis, tidak temperamental seperti dikesankan sebelumnya," tutur Nusron.