Dikatakan Melky Mekeng, semua pembangunan itu lantaran intervensi dari APBN.
“Kalau kita hanya mendalkan APBD tidak mungkin bisa mengaspal jalan di Adonara. Karena APBD kita ini sumbernya 90 persen dari pusat dan 10 persen dari daerah melalui PAD. Sehingga tanpa ada intervensi yang kuat dari pemerintah pusat, maka sulit untuk melakukan pembangunan infrastruktur,” katanya.
Ia mengajak masyarakat Witihama dan Adonara untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang. Melky Mekeng juga meminta masyarakat untuk menjatuhkan pilihan pada wakil rakyat yang berasal dari partai yang diyakini bakal tembus ambang batas atau parlamenter thersold (PT) yaitu 4 persen.
“Dari 575 anggota DPR 4 persenya sekitar 23 kursi. Jadi kalau pilih partai yang tidak bisa punya kursi sampai 23 kursi maka tidak akan lolos di DPR. Kalau kami di Golkar tanpa mendahului kehendak Tuhan, tetapi pasti lolos PT,” jelasnya.
Turut hadir saat itu Camat Witihama Laurens Lebu Raya, dan seluruh Kepala Desa se Kecamatan Witihama. Ikut mendampingi Melky Mekeng, Ketua DPD II Golkar Flotim Yoseph Sani Betan, para Caleg DPRD NTT dari Flotim Laurens Leba Tukan, Ety Tokan, Thony Kleden dan Jhon Fernandez. Juga hadir para caleg Golkar Dapil Flotim IV Brnad Beda Keda, Basir Kebesa raya, Fatimah Ina Duli dan Aziz Tupen Peka, serta ratusan masyarakat Witihama.