Kabargolkar.com - Hari ini tanggal 25 November adalah hari spesial bagi guru. Guru adalah sosok yang sangat berjasa meskipun tanpa tanda jasa. Namun sampai saat ini, masih terdapat puluhan ribu Guru di Jawa Timur yang masih belum memperoleh gaji yang layak.
“Mareka banyak yang berstatus sebagai Guru Tidak Tetap, Guru Honorer, dan sebagainya. Kesejahteraan mereka perlu mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan mulai tingkat pusat hingga ke daerah,” Ujar Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Dr. Kdrat Sunyoto, SH, Msi kepada wartatransparansi.com, Jumat (24/11/2023)
Menurut politikus Partai Golkar ini, peringatan hari guru harus menjadi momentum untuk kembali mengenang sosok pendidik yang telah mengajarkan ilmu dan kehidupan bagi setiap individu. Jadi jasa guru itu sangat luar biasa. Beliau beliau telah melahirkan orang orang sukses.
Kodrat menjelaskan, jika merujuk data Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek disebutkan bahwa Guru di Jawa Timur seluruhnya terdapat sebanyak 414.944 orang.
Sedangkan khusus Guru pada pendidikan menengah dan pendidikan khusus di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik SMA, SMK, dan SLB terdapat sebanyak 83.043 orang.
Sebaliknya Menurut data BKD Provinsi Jawa Timur disebutkan bahwa Guru Tidak Tetap (GTT) di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sampai dengan Agustus 2023 masih terdapat sebanyak 7.457.
Dalam rangka peningkatan kesejahteraan guru, Kodrat Sunyoto mendorong pengangkatan guru menjadi PNS. Pada tahun 2023 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang telah membuka formasi pengangkatan Guru sebagai PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Tahun 2023 sebanyak 5.885.
Sebagai anggota Komisi E, Kodrat Sunyoto mengaku dirinya, sangat mendukung pembukaan formasi Guru sebagai PPPK Tahun 2023, dengan memperioritaskan bagi GTT yang sudah lama mengabdi pada pendidikan di Jawa Timur.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar membuka kembali formasi Guru sebagai PPPK pada tahun 2024 yang diprioritaskan juga bagi GTT yang masih belum diangkat sebagai PPPK pada tahun 2023. Ini penting mengingat tugas mereka cukup berat.
Tapi Kodrat yang sebelumnya juga seorang guru, memuji dan hormat kepada para guru meski gaji mereka perlu untuk terus ditingkatkan, namun mereka tetap kerja ikhlas. (wartatranspransi.com)