Prestasi dan Kinerja, Bukti Kapasitas Airlangga Hartarto Sebagai Pemimpin Perubahan
[caption id="attachment_16918" align="aligncenter" width="800"]
Airlangga Hartarto (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)[/caption]
kabargolkar.com - Kiprah Airlangga Hartarto sebagai seorang Menteri Perindustrian dan Ketua Umum DPP Partai Golkar ditunjukkannya lewat berbagai raihan positif.
Politisi
Partai Golkar kelahiran Surabaya 1 Oktober 1962 ini ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin pada reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK. Amanah tersebut diembannya sejak 27 Juli 2016 hingga kini.
Lalu, Lewat Munaslub, Airlangga juga menggantikan peran Setya Novanto sebagai Ketua Umum DPP
Partai Golkar sejak 13 Desember 2017 hingga kini.
Visi yang dibawa olehnya dalam membangun kinerja Kementerian Perindustrian mengundang apresiasi serta penghargaan. Sebut saja beberapa penghargaan yang pernah diraihnya. Pada September 2017 menerima penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow (LKY Fellow) ke-56. Penghargaan yang diraihnya karena telah mampu mentransformasikan prioritas pengembangan industri berbasis pendidikan vokasi. Selain itu, mampu menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Singapura.
Kemudian pada November 2017, anugerah penghargaan AFEO Distinguished Honorary Fellow. Penghargaan ini diberikan oleh ASEAN Federation Engineering Organization (AFEO) atau organisasi insinyur di ASEAN pada Konferensi AFEO di Bangkok, Thailand.
Lalu, pada medio Maret 2018 menerima penghargaan “Obsession Awards 2018” kategori “Best Achiever in Ministries”. Penghargaan ini diberikan kepada para tokoh yang berprestasi dan inspiratif. Juga diberikan kepada sejumlah perusahaan dan lembaga negara berkinerja cemerlang sepanjang 2017.
Pemimpin perubahan
Airlangga Hartarto lewat Kementerian Perindustrian yang dipimpinnya juga mencetuskan peta jalan (road map) bagi Indonesia menghadapi revolusi Indostri 4.0. Dirinya bertekad terus meningkatkan kualitas pelayanan Kementerian Perindustrian kepada stakeholders, dunia industri dan masyarakat luas guna mengawal pertumbuhan dan kontribusi sektor industri manufaktur agar tetap menjadi penggerak utama bagi ekonomi nasional.
Pada peringatan Hari Anti Korupsi tahun 2018, Kemenperin berhasil meraih delapan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Penghargaan tersebut dianugerahkan karena telah melakukan pembangunan Zona Integritas.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian PANRB memberikan apresiasi dan penghargaan kepada tujuh pemimpin perubahan. Pemimpin ini dinilai memiliki komitmen dalam melakukan perubahan untuk menjaga tata kelola pemerintahan lebih baik di instansinya.
Pemimpin perubahan ini, salah satunya disandang oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Sekjen Kemenperin mewakili Menteri Perindustrian di Jakarta, pada Senin, 10 Desember 2018 lalu.
Bawa perubahan di Partai Golkar
Menjaga tata kelola yang baik dan bersih ini adalah kunci perubahan yang dibawa oleh Airlangga Hartarto. Hal yang sama juga diterapkan di partai berlambang pohon beringin. Sejak mengemban amanah sebagai Ketua Umum DPP
Partai Golkar, hal pertama yang digaungkannya adalah Golkar Bersih, Golkar Bangkit, Golkar Maju, Golkar Menang. Misi perubahan yang dibawanya yaitu mengubah persepsi masyarakat bahwa Golkar adalah sarang koruptor.
Salah satu poin penting adalah dengan mewajibkan para calon pemimpin daerah dan caleg menandatangani pakta integritas. Diantaranya untuk menjaga profesionalitas, dan pelaksanaan tata kelola yang bersih jika nantinya terpilih sebagai wakil rakyat ataupun pemimpin daerah.
Ketua Umum Partai Golkar