kabargolkar.com - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris menyepakati kerja sama strategis di bidang mineral kritis. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Pembangunan Inggris Anneliese Dodds mewakili Kementerian Urusan Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris, menandatangani Memorandum Saling Pengertian (Memorandum of Understanding/MoU) bidang Kemitraan Strategis Bidang Mineral Kritis.
Hal ini diunggah Bahlil melalui laman akun sosial medianya @bahlillahadalia. " Menandatangani MoU dalam bidang Kemitraan Strategis untuk Mineral Kritis dengan Menteri Pembangunan Inggris Anneliese Dodds, yang mewakili Kementerian Urusan Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris" kata Bahlil.
MoU tersebut akan menjadi pondasi kerja sama selanjutnya. Tujuan dari MoU ini adalah untuk membangun kerangka kerja sama antara Indonesia dan Inggris dala memfasilitasi pembagian pengetahuan teknis, saran, keterampilan, dan keahlian tentang mineral kritis yang berkelanjutan, serta untuk mengurangi potensi risiko lingkungan dan sosial yang terkait dengan kegiatan pertambangan. "MoU ini menjadi dasar penting dalam pertukaran teknologi dan keahlian untuk pengelolaan mineral kritis yang berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sektor energi dan mendorong teknologi ramah lingkungan untuk memastikan manfaat yang luas bagi masyarakat", ungkap Bahlil.
Dood mengungkapkan, pihak Inggris senang dengan adanya kerjasama dan penandatanganan MoU yang dilakukan di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (18/9). "Saya sangat senang, sebagai pemerintah baru di UK, bahwa kita telah menyelesaikan MoU ini, agar kita bisa bersama-sama memastikan potensi dari pertumbuhan hijau, potensi lapangan kerja, dan potensi positif bagi masyarakat setempat. Menyenangkan untuk dapat bekerja bersama dengan Pemerintah Indonesia," ujarnya.
MoU antara Pemerintah Indonesia dan Inggris tersebut memiliki area kerja sama antara lain: sumber daya mineral, kegeologian, pertambangan, pengolahan, manufaktur, daur ulang, teknologi pertambangan modern, pasca-tambang, dan rehabilitasi lingkungan.