Totalitas Pada Bangsa, In Memoriam Prof. Suhardiman, SE
Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional
Dalam rangka mempercepat pembangunan berdasarkan Pancasila, Pemerintah bersama DPR kemudian membentuk komisi dan mempercayakan Suhardiman sebagai pemimpinnya. Salah satu tujuan utama komisi ini agar organisasi sosial, politik dan kemasyarakatan committed menempatkan Pancasila sebagi satu-satunya azas. Setelah berkerja marathon selama berbulan-bulan, memberikan penjelasan, melakukan lobby dan mencari titik dengan berbagai kelompok masyarakat, utamanya kelompok keagamaan, seperti NU, Muhamadiyah dan organisasi kemasyarakatan lainnya, komisi ini berhasil menelurkan lima undang-undang di bidang politik. Atas jasanya, Suhardiman di’parkir’ sebagai anggota DPA.
Tersenyum getir, Suhardiman menerima penghargaan itu, namun tetap berlapang dada dan tidak berhenti menyerah. Rupanya sikap pantang menyerah dan ketekunannya dalam membina kader telah menempatkan sosok Suhardiman dalam posisi tersendiri. Meski tidak menempati posisi strategis dalam pemerintahan, almarhum tetap menjadi rujukan dan didatangi para menteri dan berbagai kalangan masyarakat. Beliau adalah pemimpin yang tidak bergantung pada jabatan atau mahkota yang disandangnya, kata almarhum Mensesneg Moerdiono, sebagaimana dikatakan oleh Oetojo Oesman, SH.