[caption id="attachment_17544" align="aligncenter" width="793"]
Kesiapan jalan tol Surabaya-Banyuwangi. [foto: istimewa][/caption]
kabargolkar.com, SURABAYA – Bupati Jember Faida disarankan tetap fokus pada pengembangan potensi Kabupaten Jember, ketimbang mengurusi rencana pemindahan jalur tol Surabaya–Banyuwangi yang sekarang sedang menjadi polemik.
Saran itu disampaikan Ali Saiboo, Caleg Partai Golkar Jatim dari Dapil Jember dan Lumajang, menyusul polemik rencana pemindahan jalur Tol Surabaya – Banyuwangi.
“Wajar Pebkab Jember punya kepentingan dan berjuang memindah jalur tol agar lewat Jember, tapi itu jelas ranah pemerintah pusat. Karena sekarang jadi polemik, sebaiknya Pemkab Jember bangun potensi Kabupaten Jember saja. Caranya, Bupati Jember harus bisa membangun sinergi, termasuk dengan aparat birokrasinya,” kata kata Ali Saiboo yang juga Wakil Ketua Bidang Media dan Opini Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur ini, Rabu (26/12/2018).
Seperti diberitakan dalam situs Pemkab Jember, Bupati Jember Faida, mengungkap adanya perubahan arah pembangunan jalan tol trans jawa, yang semula tidak melewati Jember berubah melewati Jember.
Bupati menjelaskan, perubahan tersebut telah dikomunikasikan dengan Kementerian PUPR. Dalam komunikasi tersebut pemerintah daerah harus berpartisipasi dalam penyiapan lahan untuk segera dibangun dan cepat selesai
Informasi penting itu disampaikan bupati ketika memberikan sambutan dalam acara Grand Opening Transmart di Jalan Hayam Wuruk, Jumat, 21 Desember 2018 lalu. Namun klaim itu ditepis Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna yang mengatakan hingga kini belum ada keputusan yang menjelaskan bahwa rute Tol Trans Jawa akan melewati Jember.
Menurut Herry, sesuai dengan perjanjian dengan para badan usaha, rute jalan tol masih akan melewati utara Jawa. \"Belum sampai ada kesimpulan seperti itu. Sampai hari ini perjanjian masih ke atas (utara Jawa),\" ungkap Herry
Menyikapi hal itu Ali Saiboo mengatakan, rencana pemindahan jalur tol yang semula hanya menyusuri kawasan utara untuk bisa dipindahkan ke jalur tengah atau Selatan ke masuk ke wilayah Kabupaten Jember pasti akan diwarnai tarik menarik kepentingan yang keras, khususnya aspek hukum dan pendanaan.
Karena itu, tambah Ali Saiboo, Bupati Jember Faida sebaiknya fokus saja pada pembangunan potensi Jember. Pemkab Jember tidak usah ikut sibuk, karena pemindahan jalur itu jelas tidak mudah. Alasannya, sudah ada perjanjian antara investor dengan pemerintah, dan itu menyangkut perubahan perencanaan dan pendanaan yang tidak kecil.
“Kalau memang keputusannya nantinya jalur pindah melewati Jember, anggap itu bonus bagi Kabupaten Jember. Bonus itu baru bisa dinikmati jika jember siap memanfaatkan keberadaan jalan tol, baik itu untuk menopang industri pariwisata, dunia pendidikan, pertanian dan perkebunan ataupun sektor lainnya. Kalau Jember tidak siap, Jember akan rugi,” kata Ali Saiboo yang juga Wakil Ketua Bidang Media dan Opini Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jawa Timur ini.
Perkuat Sinergi
Ali Saiboo menambahkan, Jember punya potensi yang sangat besar. Tanpa keberadaan jalan tol pun, Jember punya potensi hebat. Jember ia ibarat raksasa yang tidur nyenyak