[caption id="attachment_18298" align="aligncenter" width="709"]
Akbar Tandjung saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), Rabu (9/1/2019), yang dipimpin Ketua Umum Depinas SOKSI Ali Wongso Sinaga di Jakarta. (Foto: Ist)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA – Tokoh senior Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung menyambut gembira rencana pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2019 yang bakal digelar di Jakarta pada 25-27 Januari 2019. Politisi senior yang juga Ketua Umum Golkar di masa-masa sulit era gerakan reformasi 1998 itu, bahkan memastikan akan hadir memberikan materi kepada para pemimpin SOKSI dari seluruh provinsi di Indonesia yang akan berkumpul dalam arena Rapimnas.
Sikap responsif terhadap rencana Rapimnas I SOKSI itu ditunjukkan Akbar Tandjung saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), Rabu (9/1/2019), yang dipimpin Ketua Umum Depinas SOKSI Ali Wongso Sinaga di Jakarta. Hadir mendamping Ali Wongso, jajaran Depinas SOKSI hasil Musyawarah Nasional X Tahun 2017 antara lain Wakil Ketua Umum Erwin Ricardo Silalahi/Plt Ketua Depidar SOKSI DKI Jakarta, Ketua Bidang Organisasi Anshari Wiria, Ketua Bidang Litbang Viktus Murin, Bendahara Umum Minadi Pujaya, Wakil Sekjen Dondy Chandra Kusuma, Arvi Jatmiko, dan Ahyan Septiani. Ikut hadir, Ketua Harian Depidar SOKSI DKI Jakarta, Mikael Mali, dan Sekretaris Depidar SOKSI DKI Jakarta, Elfrans Golkari.
Dalam audiensi selama sekitar dua jam di kantor Akbar Tanjung Institute, Ketua DPR RI periode 2004-2009 itu memberikan pandangan-pandangan ideologis berkaitan dengan eksistensi dan perjuangan Golkar semenjak kelahirannya tahun 1964 yang masih bernama Sekber Golkar, hingga pada masa sekarang ini saat sudah menjadi partai politik. Dia berharap agar SOKSI sebagai salah satu pendiri Sekber Golkar, selain Kosgoro dan MKGR terus menjaga eksistensi dan meningkatkan ikhtiar perjuangan ideologisnya guna menopang kebesaran Partai Golkar saat ini.
Menurut Akbar, Golkar merupakan kekuatan politik utama yang menopang pembangunan nasional sebagai perwujudan pengamalan Pancasila. “Dasar dan arah perjuangan Golkar tidaklah berdasarkan pada politik aliran tertentu, tetapi lebih pada melaksanakan pembangunan sebagai manifestasi dari Pancasila. Tujuan perjuangan Golkar inilah yang seharusnya menjadi tujuan dari perjuangan SOKSI,” tegas Akbar yang sukses menjadi menteri pada beberapa pos kementerian semasa pemerintahan Presiden Soeharto, di antaranya Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Menteri Negara Perumahan Rakyat, dan Menteri Sekretaris Negara.
Akbar menekankan pentingnya konsolidasi SOKSI dalam rangka memperjuangkan kemenangan Partai Golkar pada Pemilu Legislatif dan pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019. Dia tetap mengungkapkan optimismenya bahwa Partai Golkar mampu mempertahankan posisinya di parlemen sebagai partai dengan kursi terbanyak kedua. “Bahkan kita pun harus yakin suatu waktu nanti Partai Golkar akan menjadi kekuatan politik dengan kursi terbanyak di DPR sebagaimana yang pernah terjadi dulu. Target perolehan 110 kursi di parlemen membutuhkan dukungan dari semua organisasi yang berafiliasi dengan Partai Golkar, diantaranya SOKSI,” tegas Akbar