Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
LPG 12Kg Alami Kenaikan Harga, Menteri Bahlil Pastikan Harga LPG Subsidi 3Kg Tak Ada Perubahan
  Muzaki   21 April 2026
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia

Jakarta – PT Pertamina (Persero) memberlakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi sejak Sabtu, 18 April 2026. Kebijakan ini membuat harga LPG berbeda di masing-masing wilayah di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina Patra Niaga per 19 April 2026, harga Bright Gas ukuran 5,5 kg kini berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp134.000 per tabung. Sementara itu, Bright Gas ukuran 12 kg dijual dengan harga sekitar Rp220.000 sampai Rp265.000 per tabung, tergantung wilayah distribusinya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi kebijakan tersebut dengan menegaskan bahwa LPG 12 kg merupakan produk non-subsidi yang memang ditujukan bagi masyarakat mampu. Ia menilai kenaikan harga tidak seharusnya menjadi beban bagi kelompok tersebut.

“Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya udah orang mampu, kan gini lho bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu itu aja kok,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/26).

Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa harga LPG subsidi 3 kg tidak akan mengalami perubahan. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya,” kata Bahlil.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi tidak menggunakan LPG subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

“Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry ye,” tegasnya.

Terkait pasokan, Bahlil memastikan kondisi stok LPG nasional masih dalam keadaan aman, meskipun kebutuhan dalam negeri masih bergantung pada impor.

“Alhamdulillah kita dengan Pertamina, dengan kami di ESDM dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” pungkasnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.