KabarGolkar - Momentum Peringatan Hari Paskah 2026, DPP Partai Golkar
menggelar Pentas Seni dan Refleksi Paskah Nasional 2026 dengan mengangkat tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 15:7). Kegiatan ini digelar di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, pada Jumat (24/4/2026).
Sebelumnya, dalam konferensi pers panitia penyelenggara, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, mengungkapkan bahwa peringatan Paskah 2026 ini turut mengundang tokoh-tokoh lintas agama sebagai wujud komitmen terhadap pluralisme dan nilai-nilai Pancasila.
Ace menyebutkan, perayaan Paskah ini merupakan bentuk nyata penghormatan terhadap perbedaan sekaligus implementasi nilai-nilai Pancasila.
“Partai Golkar adalah partai yang lahir dari rahim Pancasila. Karena itu, kami sangat menghargai dan menghormati semua agama. Perayaan Paskah Nasional ini adalah wujud nyata bahwa Golkar merayakan dan menghargai perbedaan,” ujarnya.
Agenda Peringatan Paskah 2026 ini dibuka secara langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, serta Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Sari Yuliati.
Turut hadir pula sejumlah menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih yang berasal dari Partai Golkar, di antaranya Menteri P2MI Muktarudin, Wakil Menteri P2MI Christina Aryani, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti. Selain itu, hadir pula sejumlah anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar serta para pengurus DPP Partai Golkar.
Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara kegiatan, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa perayaan Paskah 2026 Partai Golkar dihadiri oleh sekitar 4.000 peserta yang terdiri atas kader dan simpatisan, pengurus Partai Golkar, organisasi masyarakat dan sayap partai, serta pimpinan dan jemaat dari berbagai gereja, baik Katolik maupun Protestan.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya mengungkapkan latar belakang terselenggaranya peringatan Paskah tersebut. Ia menjelaskan bahwa Partai Golkar didirikan oleh berbagai organisasi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber), yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Golkar.
“Saya ingin mengulas sedikit kontribusi dalam pendirian Partai Golkar. Partai Golkar dilahirkan pada bulan Oktober 1964. Sebelum itu, ada Sekber yang terdiri dari 97 organisasi, dan salah satunya adalah Pemuda Intelejen Kristen Indonesia,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar selalu merayakan hari-hari besar keagamaan tanpa membedakan golongan.
“Bagi Partai Golkar, merayakan hari besar agama apa pun bukan sesuatu yang baru. Di Golkar tidak pernah dibedakan dari mana asal, suku, maupun agama, karena Golkar hadir untuk memberikan karya nyata, dengan semangat kasih yang menembus perbedaan,” ungkapnya.
Dalam perayaan Paskah 2026 ini, selain pentas seni, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada beberapa panti asuhan, baik yang bernaung di bawah lembaga Kristen maupun Islam.
Sebagai penutup, perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi momen refleksi iman, tetapi juga penguatan komitmen kebangsaan dalam merawat persatuan di tengah keberagaman