[caption id="attachment_18540" align="aligncenter" width="800"]

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). [foto: istimewa][/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Geliat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah semakin terasa, bahkan dua Pasangan Calon (Psalon) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) nomor urut 01 dan 02 sudah siap menjajaki dan beradu argumen pada panggung debat Pemilihan Presiden (Pilpres), Kamis (17/1/2019).
Ajang pesta demokrasi lima tahunan ini juga dimaknai beragam dari kalangan masyarakat hingga elemen pemerintahan. Seperti yang dirasakan salah satu politisi senior Partai Golkar yang kini masih menjabat sebagai Wares, yakni Jusuf Kalla (JK).
Anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini tampaknya memiliki pandangan yang berbeda dengan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin dalam menghadapi sejumlah isu di Pilpres 2019. Padahal, dalam struktur Tim Kampanye Nasional (TKN), JK merupakan Ketua Dewan Pengarah Jokowi-Ma'ruf.
Setidaknya, ada tiga isu yang memperlihatkan sikap JK berada pada posisi berseberangan dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf.
Selanjutnya: Visi Misi
[caption id="attachment_18541" align="aligncenter" width="802"]

BEDA PANDANGAN: Wapres JK memiliki perbedaan pandangan terkait sikap Paslon Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin terkait debat Pilpres 2019. [foto: merdeka][/caption]
1. Visi Misi
Koalisi Jokowi-Ma'ruf ingin agar pemaparan visi dan misi capres dan cawapres cukup dilakukan oleh tim sukses saja. Tidak perlu langsung disampaikan oleh capres dan cawapresnya.
"Cukup oleh tim saja dan kita saja. Itu boleh, kok, digelar debat, baik oleh KPU maupun masyarakat yang punya konsen (pemilu), tidak ada masalah," kata Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding.
Namun pandangan berbeda disampaikan oleh JK. Menurut dia, visi misi harus dipaparkan langsung oleh capres dan cawapres. Hal itu justru seiring dengan keinginan kubu Prabowo-Sandiaga.
"Visi, misikan punyanya calon A, (calon) B, tidak pernah ada mengatakan visi dan misi dari tim sukses. Ya mestinya (disampaikan sendiri), karena itu nanti dia harus pertanggungjawabkan," kata JK.
Namun perdebatan berakhir setelah KPU dan kubu Jokowi serta Prabowo sepakat jadwal pemaparan visi dan misi 9 Januari dibatalkan. Pemaparan visi dan misi diserahkan ke masing-masing kubu, KPU tidak memfasilitasi.
Selanjutnya: Bocoran Pertanyaan Debat
[caption id="attachment_18542" align="aligncenter" width="1000"]

NYOBLOS: Wapres JK bersama sang istri usai melakukan pencoblosan. [foto: thejakartapost][/caption]
2. Bocoran Pertanyaan Debat
Kubu Jokowi tak menolak mendapatkan bocoran debat perdana yang akan digelar 17 Januari nanti. Intinya, kubu Jokowi ikut aturan main yang ditetapkan oleh KPU. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua TKN, Hasto Kristiyanto.
"Kami itu taat pada aturan main dikasih kisi-kisi kami ikut, tidak dikasih kisi-kisi juga sudah biasa," ujar Hasto di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).
Sementara JK menilai tak tepat debat capres diberikan bocoran. Sebab, debat bisa menjadi tak murni.
"Kalau itu dibuka duluan berarti yang menjawab tim, padahal yang mau diuji adalah yang bersangkutan pribadi. Jadi kurang pas itu karena (jawabannya) dirapatkan oleh tim, yang pantas jadi wapres, tim itu dong," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (8/1/2019)