Jakarta — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyambut positif hasil survei terbaru Tempo Data Science yang memotret peta elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2029. Berdasarkan survei tersebut, Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan tingkat pilihan responden sebesar 10 persen apabila pemilu dilaksanakan saat ini.
Perolehan tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan raihan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024 yang berada di angka 8 persen. Sarmuji menilai hasil survei itu menjadi tambahan motivasi bagi seluruh jajaran partai untuk terus bekerja dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
"Survei Tempo ini jadi bahan bakar penyemangat kami," kata Sarmuji yang dikutip dari Tempo.co, Rabu, (26/8/26).
Meski elektabilitas Golkar mengalami peningkatan, survei tersebut juga mencatat adanya potensi perpindahan sebagian pemilih Golkar ke partai politik lain. Sekitar 4 persen pemilih Partai Golkar pada Pemilu 2024 disebut berpotensi mengalihkan dukungan kepada Partai Gerindra pada Pemilu 2029, sementara 1 persen lainnya berpeluang memilih partai politik lain.
Menanggapi hal itu, Sarmuji menilai dinamika perpindahan pemilih merupakan hal yang wajar dalam kompetisi politik. Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut, setiap partai politik menghadapi tantangan serupa dalam mempertahankan sekaligus memperluas basis dukungannya.
Golkar, kata dia, akan terus berupaya menjaga loyalitas pemilih yang selama ini konsisten memberikan dukungan. Selain mempertahankan sekitar 75 persen pemilih loyal, partai berlambang pohon beringin itu juga akan berupaya menjangkau kelompok pemilih yang masih belum menentukan pilihan maupun pemilih baru.
Sementara itu, General Manager Tempo Data Science Khairul Anam menyampaikan bahwa secara umum peta kekuatan partai politik berdasarkan hasil survei masih relatif stabil. Belum terlihat adanya perubahan besar dalam distribusi pilihan politik masyarakat.
Berdasarkan temuan survei tersebut, Partai Gerindra masih berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas sebesar 20 persen. Namun, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan perolehan suara Gerindra pada Pemilu 2024 yang mencapai 23 persen.
PDI Perjuangan (PDIP) menempati posisi kedua dengan tingkat pilihan sebesar 16 persen. Perolehan tersebut juga lebih rendah dibandingkan hasil Pemilu 2024 yang berada di angka 18 persen.
Sementara itu, sejumlah partai politik lain tercatat memiliki tingkat elektabilitas yang relatif stabil dibandingkan hasil Pemilu 2024. PKB memperoleh 8 persen, NasDem 5 persen, dan PKS 4 persen.
"Namun, 24 persen responden masih menjawab merahasiakan, tidak tahu, atau tidak menjawab, sehingga ruang perubahan masih cukup besar," ungkap Anam saat peluncuran hasil survei di Jakarta Pusat, Rabu, (26/8/26).
Survei Tempo Data Science tersebut dilaksanakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Multistage Random Sampling. Survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen. Hasilnya menunjukkan bahwa peta politik nasional masih sangat dinamis, terutama karena masih terdapat cukup banyak responden yang belum menentukan atau belum mengungkapkan pilihan politiknya.