KabarGolkar - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar H. Eka Sastra,S.E.,M.Si. bersama rombongan Doktoral Magister Bisnis 12 IPB mengikuti international trip dengan mendatangi beberapa kampus dan pusat pendukung bisnis di Belanda, Belgia dan Perancis, pada Jum'at, 13/04/2018, waktu setempat.
Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan ilmu dan belajar pengalaman negara lain dalam mengembangkan perekonomiannya agar dapat diterapkan sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia.
Eka Sastra menyampaikan melalui keterangan pers yang diterima kataberita.id bahwa salah satunya mengikuti kuliah di Erasmus Research Institute of Management di Kampus Erasmus Univercity of Rotterdam.
“Hari ini kami mengikuti kuliah di Erasmus Research Institute of Management di Kampus Erasmus Univercity of Rotterdam tentang program dan perlunya pengembangan keilmuan manajemen ditengah massifnya revolusi Industri” ujar Eka Sastra politisi muda Partai Golkar tersebut.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Port Of Rotterdam untuk mengetahui manajemen dari salah satu pelabuhan tersibuk didunia tapi mampu memberikan layanan terbaik.
Eka Sastra menambahkan bahwasannya pertumbuhan ekonomi Belanda dan Eropa Barat banyak disumbang oleh kelancaran arus barang dan jasa baik ekspor maupun impor dengan efisiensi yang tinggi dari pengelolaan port of rotterdam yang sangat baik.
“Semoga kami dapat menimba ilmu management yang baru ini dan menerapkannya dalam pengelolaan berbagai hal seperti di pelabuhan. Bangsa Indonesia memiliki semua prasyarat untuk maju, kita tinggal mengembangkan sumber daya manusianya melalui pendidikan yang berkualitas tinggi agar dapat menerapkannya dalam semua sektor kehidupan”
Selain itu Bendahara Umum BPP HIMPI ini menegaskan perlunya kita menimba ilmu dimanapun dan kapanpun sebab menurutnya kombinasi ilmu dan pengalaman dapat meningkatkan kapasitas manusia indonesia
“Kita perlu menimba ilmu terus sepanjang hayat dan mencari pengalaman berharga dari manapun itu. Kombinasi antara ilmu yang dalam dan pengalaman yang luas akan semakin meningkatkan kapasitas manusia Indonesia.” kata Eka Sastra. [Sumber]