Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dedi Mulyadi Bilang Begini Soal Tiga Kartu Sakti Jokowi
  Kabar Golkar   04 Maret 2019
[caption id="attachment_21190" align="alignnone" width="800"] Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Joko Widodo ketika menghadiri Gebyar Bakso Merah Putih dan pemecahan rekor Muri makan bakso gratis 30.000 porsi di Kota Deltamas, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Minggu (3/3). [foto: kompas][/caption]kabargolkar.com, BEKASI -- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin di Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mengatakan, tiga kartu baru yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra-Kerja, dan Kartu Sembako Murah oleh sejumlah kalangan disebut kartu sakti. Mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan, pihaknya telah menginstruksikan semua kader dan relawan untuk memasukan konten kartu sakti dalam kampanye kepada masyarakat. Mereka pun telah dibekali semua informasi tentang kartu tersebut secara detail. Dedi menambahkan, dalam perjalanan satu periode, Jokowi fokus membangun infrastruktur. Di periode kedua, petahana akan lebih berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). "Ke depan yang diperlukan adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). Nah, sumber daya itu dimulai dengan menyiapkan kerangka pendidikan yang kuat. SMP, SMA, kan, gratis, KIP ini bentuk jaminan pemerintah kepada anak muda untuk kuliah," ujar Dedi Mulyadi, saat ditemui di Bekasi, Minggu (3/3/2019). Meski dalam praktiknya, Dedi menginginkan infrastruktur perguruan tinggi lebih merata. Salah satu kuncinya adalah BUMN di bidang infrastruktur diarahkan untuk membangun perguruan tinggi di berbagai daerah secara merata di kabupaten/kota di Indonesia seperti halnya pembangunan tol di periode pertama Joko Widodo. "Sehingga minimal kota kabupaten yang penduduknya satu juta, ada universitas. Karena, kan, biaya perguruan tinggi yang mahal itu bukan biaya kuliahnya, tapi biaya kostnya," ucapnya. Kartu Sembako Murah itu menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut, yakni lanjutan dari kemudahan akses beras kepada masyarakat dari pemerintah dengan kualitas premium. Dengan kartu itu masyarakat bisa mendapatkan subsidi serupa untuk komoditas lain, seperti telur atau daging. Adapun Kartu Prakerja menurut Dedi, bukan diperuntukan bagi sembarang orang yang secara cuma-cuma mendapat gaji. Tapi, kartu ini berlaku bagi mereka yang sudah mengikuti pendidikan ketenegakerjaan di bidang keterampilan memadai, tapi masih antre untuk memasuki bursa kerja. "Saya, kan, terus ngomong (mengkampanyekan kartu sakti Jokowi). Bisa dilihat kan konten-konten saya, bicara di berbagai tempat, forum selalu saya sampaikan itu," terangnya. Disinggung mengenai kritik dari pihak yang menyindir mengenai tiga program tersebut, Dedi memilih enggan mengambil pusing. Baginya, serangan kepada Jokowi lebih disebabkan kebingungan mereka melihat celah kelemahan petahana. "Biasa aja (jangan kritik berlebihan). (Program Kartu Sakti) Ini saya lihat negara maju melakukan itu, kok," katanya. Ia mencontohkan tentang salah satu serangan yang dilancarkan adalah mengenai harga sejumlah komoditas pangan naik di pasar. Informasi itu merupakan provokasi bersifat hoaks yang dibuat sistemik. "Kita merasakan lho empat tahun kepemimpinan Pak Joko Widodo itu nyaris tidak ada gejolak harga. Kalau misalkan hari raya Idulfitri, gejolak harga daging, cabai selama ini terkendali," ucapnya. [tribunjabar]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.