[caption id="attachment_21267" align="alignnone" width="800"]

Caleg Partai Golkar DPRD Kabupaten Maros, Anwar Abdullah memperagakan cara pencoblosan di kertas suara di hadapan puluhan masyarakat Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Selasa (5/3).[/caption]
kabargolkar.com, MAROS --Sebagian masyarakat perkampungan mengalami kesulitan dalam menghadapi Pemilu 2019, bahkan menjadi tantangan tersendiri lantaran keterbatasan mengenal kertas surat suara. Pasalnya, banyak warga di Kabupaten Maros yang buta huruf dan buta warna.
Akibatnya, sosialisasi mengenalkan kertas surat suara hingga cara pencoblosan menjadi penting dilakukan oleh Calon Anggota Legislatif (Caleg) agar mempermudah masyarakat ketika memilih wakil rakyat yang diharapkan.
Caleg Partai Golkar DPRD Kabupaten Maros, Anwar Abdullah memperagakan cara pencoblosan di kertas suara di hadapan puluhan masyarakat Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
"Masyarakat perlu dikenalkan cara pencoblosan apalagi orang tua yang buta huruf dan buta warna", ucap Anwar Abdullah, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros, Selasa (5/3).
Selain itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros ini mengajak masyarakat untuk bersama mengawal Pemilu 2019 dan aktif menyalurkan hak pilihnya pada 17 April 2019 di sejumlah TPS.
"Ingat ki juga nanti datang ke TPS mencoblos tanggal 17 April 2019," seru Anwar Abdullah.
Dalam pertemuan ini, ia melakukan dialog dengan masyarakat guna menyerap aspirasi kebutuhan yang diharapkan berkenaan dengan kesehatan, infrastruktur, petani, dan penambak.
"Keluhan masyarakat menjadi acuan bagi saya kelak bila terpilih di DPRD Kabupaten Maros," pungkasnya. [tim liputan]