[caption id="attachment_21899" align="alignnone" width="700"]

Ilustrasi gelombang tinggi. [foto: cnn indonesia][/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA -- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus memberikan informasi mengenai kondisi cuaca dan alam Indonesia secara cepat dan akurat melalui media cetak, siber dan siaran.
"Agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi, serta aktif mengupdate informasi tersebut kepada lembaga transportasi darat, laut/sungai/danau, dan udara," tegas Bamsoet melalui keterangan tertulis yang diterima
kabargolkar, Selasa (19/3).
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus mengupdate informasi kondisi cuaca/gelombang agar dapat dilakukan langkah kesiapsiagaan serta antisipasi terhadap kemungkinan dampak dari gelombang tinggi ataupun cuaca ekstrem, khususnya terhadap transportasi laut, udara dan darat, guna mencegah terjadinya kecelakaan.
"Khususnya Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) untuk memberikan informasi terkait dengan kondisi cuaca, gelombang laut, jarak pandang, dan kecepatan angin kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Syahbandar, Nakhoda, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk mengingatkan dalam pemberian izin berlayar guna menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran dalam pelayaran," terangnya.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengimbau masyarakat/wisatawan yang melakukan aktivitas di pesisir yang termasuk dalam daftar early warning agar selalu mencari informasi terkini mengenai cuaca dan gelombang melalui media siber, siaran, dan cetak serta website resmi BMKG.
"Tetap waspada dan perhatikan adanya risiko tinggi terhadap keselamatan ketika berada di wilayah perairan," tandasnya.
Seperti diketahui, BMKG mengeluarkan peringatan dini atau
early warning mengenai potensi akan adanya gelombang tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter yang terjadi dalam kurun waktu 18-21 Maret di beberapa wilayah Indonesia (Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali, Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, Perairan Utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, serta Samudra Pasifik utara Halmahera). [kabargolkar]