keris Sumatera, Bali, Lombok, dan keris dari berbagai wilayah lainya. Sekilas, keris Madura bentuknya tidak berbeda dengan keris Jawa. Namun keris Madura memilik ciri-ciri tertentu yang membedakan seperti ketebalan, panjang serta gagangnya.
“Meskipun saat ini beberapa empu dari Madura membuat keris dengan peralatan modern, namun untuk menghasilkan keris, mereka masih menjaga ritual dan tradisi untuk menjaga tuah atau kekuatan keris. Ritual, tradisi, nilai filosofi, dan estetika yang terdapat dalam keris inilah yang menjadikan keris sangat berharga dari segi seni dan budaya," terang Bamsoet.
Selain pameran 'Kejayaan Keris Madura' yang dilakukan hari ini, Bamsoet menuturkan, DPR RI juga telah menggelar pameran 'Keris Nusantara' pada tahun 2015 dan 'Pesona Keris Bali dan Lombok' pada tahun 2017. Sebelumnya, DPR RI juga banyak menggelar pameran seni berupa lukisan, batu akik hingga filateli.
"Berbagai pameran yang bersifat seni dan budaya membuat DPR RI lebih hidup dan bernyawa. Sekaligus pengejawantahan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang telah disahkan oleh DPR RI. Saya harap semangat mencintai dan melestarikan seni dan budaya ini bisa ditularkan ke seluruh elemen Bangsa Indonesia," pungkas Bamsoet. [dprri]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.