[caption id="attachment_22123" align="alignnone" width="800"]

Andi Sinulingga. [foto: kricom][/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA -- Petinggi Partai Golkar mendadak ‘menyerang’ Partai Solidaritas Indonesia PSI. Golkar menganggap bersalah PSI , karena membuat elektabilitas capres Joko Widodo (Jokowi) turun.
“Blunder PSI memberikan sumbangan pada turunnya elektabilitas Jokowi. Resistensi rakyat terhadap PSI tinggi sekali dan itu berpengaruh negarif pada Jokowi,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga kepada wartawan, Jumat (22/3).
Baca juga: Serang Banyak Partai, Ace Hasan: PSI Lagi Curi Perhatian Itu
Andi Sinulingga kemudian menjelaskan apa saja blunder yang dilakukan PSI. Andi menilai, banyak pernyataan PSI yang tendensius sehingga mengusik akal sehat banyak orang.
“Generalisasi bahwa mereka orang baik dan yang bukan mereka adalah orang tidak baik, yang tidak suka PSI adalah para koruptor. Pernyataan-pernyataan begitu yang bikin PSI blunder,” ungkapnya.
Baca juga: Tanggapi Santai “Serangan” PSI, Golkar Solid Kampanyekan Jokowi
Dia juga mempersoalkan narasi PSI soal Perda Syariah. Seperti diketahui, PSI lewat ketumnya, Grace Natalie, berkali-kali bicara soal penolakan berbasis agama dan hal itu menimbulkan pro dan kontra.
“Narasi PSI atas Perda Syariah berkonotasi negatif atas apa yang dinamakan syariah Islam, seolah-olah syariah Islam itu tidak baik. Hal-hal seperti itu menyakitkan bagi sebagian besar pemeluk agama Islam,” ujar Andi.
Baca juga: Dikritik PSI, Airlangga: Golkar No Comment
“Jadi wajar kalau hasil survei menjelaskan bahwa resistensi publik atas PSI tinggi sekali,” pungkasnya.
Sebelumnya, ada beberapa survei yang menampilkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo. Di survei Litbang Kompas pada Maret 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 49,2% sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga yaitu 37,4%. Elektabilitas Jokowi turun dari 52,6% di Oktober 2018. [
islampos]