Jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulut. [foto: tribunmanado][/caption]kabargolkar.com, AMURANG -- Sejak Christiany Eugenia Paruntu SE menakhodai Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) akhir 2017 lalu, perlahan-lahan elektabilitas Partai Golkar terus mengalami tren kenaikan hingga saat ini.
Dalam survei sebuah lembaga nasional baru-baru ini, Golkar menempati urutan kedua sebagai partai yang paling banyak dipilih masyarakat Sulut. Golkar masih kalah dari PDIP yang perkasa di urutan pertama.
Di sisa hari jelang pemilu 17 April 2019, gap antara PDIP dan Golkar diyakini akan makin mengecil dikarenakan beberapa indikator. Bisa dilihat, selama ini Paruntu rajin turun melakukan konsolidasi di sejumlah wilayah di Sulut.
Partai Golkar juga menempatkan caleg-caleg potensial baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai ke pusat. Bahkan skuad caleg Golkar untuk DPR RI dinilai yang paling menterang dibanding partai lainnya.
Paruntu mengucap rasa terima kasihnya kepada kader yang terus berjuang untuk kejayaan Golkar Sulut. Tapi ia menyebut perjuangan menjayakan Golkar tidak punya batas waktu.
"Saya diberi target juga oleh Ketum Golkar Pak Airlangga pada pemilu 2019 ini," ucap dia, Senin (25/03/2019) malam dalam konsolidasi Partai Golkar di Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado.
Target itu diantaranya merebut dua kursi untuk DPR RI yang sebelumnya pada pemilu 2014 Golkar hanya mendapatkan satu kursi saja.
"Kemudian di DPRD Sulut kita akan berusaha mendapatkan 11 kursi dibanding (pemilu) sebelumnya 9 kursi," kata Bupati Minahasa Selatan ini.
Untuk kursi di DPRD kabupaten/kota, dia mendapat target oleh DPP Golkar untuk merebut sebanyak-banyaknya.
"Oleh karena itu saya minta semua caleg dan kader Golkar harus saling baku topang dan jangan gontok-gontokan," ajak dia. [tribunmanado]