Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Kursi DPRD Golkar Bali Menurun, Demer Ungkap Penyebabnya
  Kabar Golkar   24 April 2019
[caption id="attachment_22898" align="aligncenter" width="696"]
FOTO BERSAMA: Plt. Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih (ketiga dari kanan) bersama jajaran pengurus disela-sela proses perekapan suara dari C1-KPU, di Sekretaraiat DPD Golkar Bali, Selasa (23/4/2019).[/caption] kabargolkar.comDENPASAR – Kursi partai Golkar di DPRD Bali dipastikan akan turun melihat hasil Pemilu 17 April 2019 dibandingkan dengan perolehan hasil Pemilu 2014 lalu. Pada Pemilu 2014 partai Golkar memperoleh 11 kursi minus Kabupaten Klungkung dan Pemilu 2019,satu kursi dari daerah pemilihan Gianyar hilang direbut partai lain. Demikian juga dengan kabupaten Klungkung yang sebelumnya nihil dan Pemilu 2019 sedang dalam proses penghitungan suara. Melihat perolehan hasil rekapan form C-1 KPU yang baru mencapai 80 persen, diperkirakan 10 kursi dari sembilan kabupaten/kota untuk DPRD Bali sudah aman. Hal itu disampaikan Plt. Ketua DPD I Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih di tengah-tengah tim IT partai Golkar bekerja melakukan proses rekapan suara dari C1-KPU yang berlangsung di Sekretaraiat DPD Golkar Bali, Selasa (23/4/2019). Menurut pria yang akrab disapa Demer ini, beberapa penyebabnya salah satunya karena Partai Golkar di Bali sama sekali tidak memiliki bupati maupun wakil bupati. Tak kalah pentingnya, gonjang-ganjing terjadi di internal partai Golkar pasca penunjukan dirinya sebagai Plt oleh DPP. “Kita tidak punya bupati seperti Pemilu tahun 2009-2014. Saat itu ada Bupati Badung, ada Bupati Karangasem dan Bupati Gianyar. Kalau Pemilu 2019, Golkar sama sekali tidak memiliki bupati dan wakil bupati, itu juga menjadi faktor turunnya suara partai Golkar merebut kursi di DPRD Bali,” ujarnya. Demer menjelaskan, kursi yang bisa dipertahankan partai Golkar dari hitungan sementara yakni Dapil Denpasar tetap 2 kursi, Badung menurun dari 2 kursi menjadi 1 kursi, Tabanan bertahan 1 kursi, Jembrana tetap 1 kursi dan Buleleng tetap bertahan dengan 2 kursi. Sementara di Bangli tetap 1 kursi, Gianyar nihil alias lenyap, dan Karangasem juga masih bertahan satu kursi. “Dapil Klungkung masih proses dan diyakini ada peluang bisa merebut satu kursi,” terangnya. Sementara perolehan kursi di DPR-RI, menurut Demer, masih cukup beruntung dan disyukuri. Sebab, para caleg yang bertarung yakni calon-calon yang cukup kuat dan dikenal masyarakat. Hal itulah yang mempengaruhi dua kursi untuk DPR-RI masih bertahan. Seperti halnya calon Ketut Sudikerta meraup 22 ribu suara dan Wijaya dari Kulung merebut 20 ribu suara. Demer sendiri merebut kursi di DPR-RI dengan perolehan suara tertinggi sekitar 100 ribu lebih. Tapi perolehan suara Demer yang juga anggota DPR RI ini ketimbang 2014 lalu jauh mengalami penurunan. Bagaimana tidak, Pemilu 2009 mampu merebut 114 ribu suara dan Pemilu 2014 meraih 140-an ribu suara dan target 2019 sebanyak 160-an ribu suara. Namun demikian sampai 80 persen suara yang masuk dan berhasil direkap, angka yang akan dibukukan sekitar 110 ribu-114 ribu suara sama seperti Pemilu 2014 lalu
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.