Â
[caption id="attachment_3248" align="aligncenter" width="650"]

/> Anggota DPR RI dari Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae[/caption]
KABARGOLKAR - Keputusan Presiden Joko Widodo menghapus pembangunan Bendungan Pelosika dari daftar proyek strategi nasional (PSN) yang akan dikerjakan pada tahun 2019 disayangkan oleh Ridwan Bae. Anggota Komisi V DPR RI ini mengaku kaget dengan batalnya pembangunan bendungan yang sangat diharapkan oleh masyarakat Sultra.
“Saya sebagai dapil mewakili masyarakat Sultra sangat kaget akan info ini karena proyek bendungan ini sangat didambakan oleh masyarakat,” ujar Ridwan Bae saat dikonfirmasi awak zonasultra.com pada Rabu (18/4/2018).
Bahkan bendungan tersebut akan meningkatkan produksi pertanian rakyat di Sultra. “Oleh karena itu saya berharap Presiden meninjau kembali kebijakan itu karena sangat merugikan masyarakat Sultra,” ujar Ridwan.
Sebagai anggota DPR RI, Ridwan akan bersurat kepada Presiden Jokowi untuk meminta agar kebijakan pembangunan Bendungan Pelosika dapat dilanjutkan.
Politisi Golkar ini berpendapat bahwa proyek-proyek strategis nasional di kawasan timur Indonesia harusnya diprioritaskan. Hal ini mengingat petani di kawasan timur masih sangat rendah produktifitasnya, salah satunya karena kurangnya bendungan.
“Makanya menteri terkait harus meyakinkan Presiden akan pentingnya bendungan di kawasan timur Indonesia, terlebih di Sultra,” tutup mantan Bupati Muna dua periode ini.
DPRD Konawe Kecewa Bendungan Pelosika Batal Dibangun Jokowi
Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) sedikit berbangga pasca Konawe masuk dalam 49 titik peta kawasan pembangunan bendungan yang diagendakan Presiden Jokowi pada awal kepemimpinannya.
Bendungan Pelosika yang akan didirikan di Kecamatan Latoma dikatakan mampu mengendalikan banjir. Sehingga kala itu 10 kecamatan di Konawe yang masuk rawan banjir bisa bernapas lega. Jika pembangunan bendungan Pelosika bisa terealisasi, maka banjir yang terus mengintai akan berpaling.
Padahal keberadaan bendungan Pelosika nantinya akan memberikan dampak besar bagi kemajuan sektor pertanian di Konawe. Bupati Konawe kala itu, Kery Saiful Konggoasa menjelaskan, bendungan Pelosika ini nantinya akan mampu menyuplai kebutuhan air bagi 20 ribu hektar kawasan pertanian di daerah itu. Sehingga dengan adanya bendungan Pelosika ini Konawe akan leluasa melakukan pengembangan kawasan pertanian paling produktif sehingga Konawe mampu menjadi lumbung beras nasional.
“Jika kebutuhan air memadai, maka akan menjadi faktor penunjang potensi pertanian kita. Bendungan Pelosika yang akan ditempatkan di Kecamatan Asinua akan mampu mengairi persawahan hingga 20 ribu hektar, bahkan kita juga bisa menyuplai pengairan di kabupaten-kabupaten lainnya,” jelasnya.
Bukan saja menunjang sektor pertanian, tapi juga perikanan, perkebunan, serta bendungan Pelosika ini akan menjadi wisata untuk Konawe. Bahkan bendungan Pelosika ini mampu menghasilkan listrik sehingga Konawe tidak akan tergantung lagi pasokan listrik dari daerah lain.
Jika ada listrik, disitu pasti ada uang, karena industri pasti masuk. Bahkan mega proyek bendungan Pelosika juga ditarget dapat membuka lapangan kerja di bidang agraria hingga 7 ribu orang.
Ketua Balai Wilayah Sulawesi IV H