Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Bamsoet Dukung Airlangga dan Agus Gumiwang Jadi Menteri Lagi
  Kabar Golkar   10 Juli 2019
sama saya.

Ada sejumlah kader yang ingin Munas Golkar diselenggarakan sebelum pelantikan kabinet dan anggota DPR di Oktober, Anda setuju?

Bagi saya pribadi mau kapan aja nggak ada masalah. Ya karena saya mau maju, saya tidak enak masuk ke wilayah itu. Ada teman-teman yang mengusahakan (munas dipercepat).

Idealnya Munas bulan apa?

Idealnya (kapan waktu yang tepat untuk munas) akan lahir dalam suatu rapat, namanya pleno. Ada yang bilang idealnya Desember, ada yang Agustus.

Tapi, adakah kaitan munas dengan pembentukan kabinet baru dan penentuan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR yang akan dilantik Oktober?

Nggak ada. Kalau kita, katakanlah yang jadi (ketum Golkar) nanti bukan saya, bukan juga Airlangga. Kan dia punya hak untuk mengganti perjalanan seluruh anggota parlemen, AKD, bisa diganti juga.

Tapi jika dicermati, hampir semua parpol koalisi Jokowi akan melakukan kongres di bulan Agustus.

Kenapa?

Mungkin supaya seluruh partai solid terlebih dulu sebelum dimulai penyusunan kabinet?

Itu sudah terjawab. Kita selalu ingin merespons dan mengikuti ritme Pak Jokowi dalam membangun koalisi di pemerintahan yang baru nanti. Kita tak ingin mengganggu konsolidasi awal pemerintahan baru nanti.

Memang idealnya ya sebelum Oktober konsentrasi partai pendukung pemerintah sudah selesai. Kan tinggal Golkar saja yang saya denger masih pengin (munas) Desember. Tapi itu bukan putusan orang per orang. Nggak bisa. Bawa ke rapat di pleno.

Keresahan apa yang disampaikan grass root sehingga mendorong Anda maju jadi ketum?

Ada 5 hal yang disampaikan berulang-ulang. Pertama, mereka mengharapkan Partai Golkar tetap setia dan mendukung program Jokowi sampai selesai. Kedua, mereka ingin DPP dalam keputusannya tidak keluar dari mekanisme partai. Ketiga, zero Plt (pelaksana tugas). Mereka berharap tidak ada Plt-Plt. Semua putusan diambil musyawarah mufakat. Karena posisi DPP itu menjadi pengayom dan pembina di daerah-daerah.

Keempat, menghadapi tantangan ke depan, Partai Golkar harus mau melakukan pembaharuan dengan diisi oleh anak-anak muda porsinya 60-70 persen. Agar Golkar ter-update dan tidak jadi partai yang dihuni oleh orang tua.

Kan kemarin kita sudah tahu hasilnya dan ternyata kaum milenial tidak terlalu minat dengan Partai Golkar. Ternyata mereka memilih partai-partai yang dipimpin oleh orang-orang seumurannya.

Jadi bagaimana mengubah Partai Golkar agar tidak jadul. Artinya kalau sekarang diisi oleh anak-anak muda, semangat mudanya menjadi stigma baru bagi Partai Golkar.

Yang kelima, mereka ingin ketua Partai Golkar itu cukup satu kali (menjabat). Untuk yang ini saya setuju. Kenapa? karena Golkar sebagai parpol harus terus update, mencari terobosan baru dan melakukan pembaruan-pembaruan.

Pemilu 2019, pemilih pemula itu sampai 40 juta. Kita harus perkirakan 2024 ini bisa dua kali lipat jumlah pemilih pemula dan milenial. Jadi kalau kita steretoype-nya jadul, ya wassalam. Jadi harus terus melakukan pembaruan.

Melihat tradisi, Ketum Golkar hanya memimpin satu periode?

Ya, siklusnya tidak ada ketua umum Golkar yang terpilih dua kali. Pasti sekali. Kecuali zamannya Ali Moertono ketika Golkar berubah dari Sekber menjadi partai.

Pergantian partai

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.