Dari jajaran elite, tampak Bendahara Umum DPP Golkar Robert Joppy Kardinal, Korbid Kemaritiman DPP Golkar Elvis Junaidi hingga eks Korbid pemenangan wilayah Timur Aziz Samual. Selain itu, tampak pula beberapa ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kabupaten/kota yang antre bertemu Bamsoet untuk menyatakan dukungannya.
Pengurus DPP dan DPD berbaur, bersatu dalam keriuhan hajat tuan rumah yang bertekad masuk gelanggang mengincar posisi Golkar-1.
Bamsoet dengan sabar melayani satu per satu tamunya. Baru selesai menerima satu tamu, ia sudah harus beranjak ke ruangan lain menyapa tamu berikutnya. “Ada salah satu ketua DPD mau bertemu,” ujar seorang asisten kepada Bamsoet tiba-tiba.
Ikhtiar Bamsoet meraih kursi Ketua Umum Golkar tak akan mudah. Mantan wartawan ini kudu berhadapan dengan petahana Airlangga Hartarto. Tarung politik Bamsoet dan Airlangga membuat Golkar kembali panas setelah tampak ‘tenang’ setahun terakhir.
Intrik dimulai dengan penentuan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) sebagai mekanisme pemilihan ketum baru. Kubu Airlangga ngotot Munas digelar Desember. Di lain sisi, Bamsoet dan gerbongnya ingin Munas dilaksanakan sebelum Oktober. Sebab Oktober merupakan waktu penentuan kursi kabinet dan pimpinan serta Alat Kelengkapan DPR dan MPR di periode Jokowi yang kedua .