Duta besar Republik Indonesia berkuasa penuh untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya (net)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Acara Eksposisi Pasifik 2019 yang selama 4 hari di Auckland, Selandia baru memasuki babak baru bagi Indonesia dan negara-negara sahabat di kawasan Pasifik.
Kegiatan Eksposisi Pasifik ini diniatkan untuk menjalin kerja sama baik ekonomi, politik dan budaya, mengintegrasikan kawasan dalam suatu visi bersama saling menguntungkan dan sekaligus menegaskan keberadaan Indonesia di kawasan Pasifik.
Merujuk kepada Kementerian Perdagangan RI, total nilai perdagangan antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik sepanjang tahun 2018 tercatat 10,67 miliar dollar AS yang naik sekitat 3% dari tahun 2017. Negara tujuan ekspor terbesar ke kawasan Pasifik adalah Australia, Selandia Baru, Timor Leste, Papua Niugini dan Fiji.
Sejumlah BUMN dan perusahaan swasta terlibat dalam kegiatan ini antara lain, semua Bank BUMN, Pertamina, Telkom, Angkasa Pura dan Pelni sedangkan dari perusahaan swasta adalah Astra dan Panasonic juga bergabung forum bisnis dikordinasikan KADIN.
32 perusahaan terlibar kerja sama, mereka bergerak di bidang pariwisata, perkebunan, industri otomotif dan industri elektronik.
Duta besar Republik Indonesia berkuasa penuh untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya menyatakan visi Indonesia untuk pariwisata di pasifik, yakni mengintegrasikan negara-negara di pasifik menjadi satu tujuan pariwisata terpadu. Gagasan itu disambut positif oleh pemerintah dan agen wisata di Pasifik yang perekonomiannya bersandar pada sektor pariwisata.
Tantowi menegaskan bahwa eksistensi Indonesia makin dirasakan dan memberikan dampak positif bagi kawasan Pasifik. (*)