Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Berfungsi Sebagai Penyeimbang Pemerintah, Golkar Anggap Oposisi Diperlukan
  Kabar Golkar   23 Juli 2019
[caption id="attachment_25802" align="aligncenter" width="700"] ilustrasi oposisi (foto: lamanberita.co) [/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, menilai demokrasi yang sehat akan tercipta dengan sistem checks and balances serta proses dialektika. Demokrasi pun akan terkonsolidasi jika ada partai oposisi untuk mengimbangi kekuatan pemerintah dan parpol koalisinya. Pernyataan Ace merujuk pertemuan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Joko Widodo di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, pertemuan kedua capres tersebut merupakan bagian dari rekonsiliasi dan bukan bertujuan bagi-bagi jabatan ataupun kursi kabinet. "Karena ini politik tentu kalaupun misalnya mau bergabung, ya harus memiliki kesamaan visi dulu. Analogi sederhana, kita tahu bahwa dalam kampanye masing-masing terjadi perbedaan visi yang tajam antara kubu Prabowo dan Jokowi. Apalagi apa yang disampaikan Pak Jokowi dihajar habis atau diserang," ujar Ace ketika dihubungi, Senin (22/7). Ia pun tidak yakin perbedaan yang sangat paradigmatik itu nantinya bisa disatukan dalam satu perahu yang sama. Menurut dia, perbedaan tujuan justru tidak akan menciptakan efektivitas kerja pemerintahan. Golkar pun ingin memastikan dan menjaga capaian target pemerintahan Jokowi di periode kedua. "Karena selama ini, kan mereka menyampaikan dalam berbagai macam kampanyenya mengkritik habis-habisan pemerintahan Jokowi. Kalau misalnya Gerindra punya obsesi atau tujuan ingin ke Bandung, sementara pak Jokowi ingin ke Solo, apakah mungkin dalam satu perahu bisa mencapai keduanya? Beda arah, enggak mungkin." Ace menjawab diplomatis ketika disinggung mengenai tujuan kedatangan beberapa pimpinan parpol, termasuk Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto ke Kantor DPP Partai NasDem di Jakarta, Senin (22/7). Di sana para pimpinan parpol bertemu Ketum Partai NasDem Surya Paloh. "Saya kira itu hal biasa rencana pertemuan Pak Airlangga dan Pak Surya. Itu bagian dari bagaimana mensolidkan kekuatan partai koalisi pendukung pemerintahan Jokowi, disamping memang tentu kalau ada pembicaraan yang lebih intensif antara partai pendukung pemerintahan kan semakin menyamakan persepsi," pungkasnya. (MI)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.