[caption id="attachment_25939" align="aligncenter" width="700"]
Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Kabupaten Kaimana, Martinus Pattiata (foto: kaimananews)[/caption]
kabargolkar.com, KAIMANA - Strategi Partai Golkar Kabupaten Kaimana untuk menghadapi Pilkada 2020 mendatang kian tampak. Sebagai Parpol yang berhak mengusung calon sendiri karena perolehan empat kursi di DPRD Kaimana, Golkar secara diam-diam tengah mempersiapkan tiga kader terbaiknya untuk bertarung. Namun tiga nama ini masih akan diusulkan ke Golkar provinsi dan pusat untuk dilakukan survey elektabilitas.
Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Kabupaten Kaimana, Martinus Pattiata menyampaikan ini saat dikonfirmasi
kaimananews.com terkait arah kiblat Partai Golkar Kaimana menghadapi Pilkada Kaimana 2020 mendatang.
Tiga nama dimaksud menurut Nus Pattiata adalah, Leonard Erikson Pattinama yang saat ini menjabat Ketua DPP Golkar Kaimana, dan dua kader lainnya yakni Lewi Oruw serta Frans Amerbay. Ditegaskan, untuk Pemilukada kali ini, Golkar akan mencoba mendorong kader sendiri.
“Kalau Golkar sendiri ada beberapa. Tapi yang jelas kali ini kita akan coba punya sendiri, artinya kader kita sendiri akan kita ajukan. Ada Pak Leonard, kemudian Pak Lewi dan Pak Frans. Ya walaupun belum resmi, tapi kita sudah sampaikan ke unsur pimpinan di provinsi dan pusat untuk dilakukan survey, karena Golkar memakai mekanisme survey,” ungkapnya, Selasa (23/7/2019).
Dijelaskan, setelah tahapan Pilkada dimulai, pihaknya akan secara resmi mengajukan tiga nama ini ke provinsi dan pusat untuk dilakukan survey. “Tiga orang ini memang belum resmi kita ajukan ke provinsi dan pusat untuk disurvey, karena tahapan Pilkada sendiri belum dimulai. Hanya cakapan-cakapan lepas saja yang sudah kami lakukan. Tetapi dari pusat juga sudah tahu bahwa memang tiga ini yang Golkar punya,” terangnya.
Namun disisi lain, politisi senior Partai Golkar Kaimana ini mengatakan, hal lain yang akan menjadi pertimbangan Partai Golkar dalam menetapkan calon adalah kemampuan finansial. Jika kemampuan finansial rendah, maka Golkar akan mencari koalisi yang tepat. Pertimbangan finansial lanjutnya, menjadi penting setelah belajar dari pengalaman Pilkada sebelumnya.
“Tapi memang ada beberapa hal juga yang memang harus kami pertimbangkan. Dalam hal ini bukan cuma layak jual, tetapi juga finansial juga dia harus punya. Kalau cuma layak jual, sementara tidak punya finansial kan repot. Tapi soal finansial itu kita tidak tahu, karena itu urusan dapurnya orang,” pungkasnya. (
kaimananews)