Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Gerindra Niat Gabung Koalisi Jokowi, 3 Parpol Disinyalir Beri Sinyal Keberatan
  Kabar Golkar   17 Oktober 2019
[caption id="attachment_29876" align="aligncenter" width="1061"]
Prabowo menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan safari politik ke partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Plesir yang dilakukan menjelang pelantikan presiden-wakil presiden serta kabinet ini pun dianggap sebagai upaya Gerindra meluluhkan koalisi Jokowi agar bisa masuk ke pemerintahan. Selain itu, safari politik Prabowo juga dikaitkan dengan isu jatah kursi Menteri Pertanian untuk Gerindra. "Ha-ha-ha wartawan lebih tahu," kata Prabowo soal isu kursi Menteri Pertanian untuk Gerindra, ketika ditemui di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 15 Oktober 2019. Meski begitu, tiga partai koalisi pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang dikunjungi Prabowo mengisyaratkan tak setuju Partai Gerindra bergabung dan mendapatkan jatah di kabinet.
Partai Nasdem
Prabowo mengawali safari politik ke tiga partai koalisi Jokowi pada Ahad, 13 Oktober, dengan berkunjung ke rumah Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Seusai pertemuan, Surya Paloh memang menyatakan tak masalah jika Gerindra bergabung ke pemerintahan. "Saya mana ada masalah. Kami yakin jika Pak Prabowo bergabung dengan koalisi pemerintahan, ini bersama-sama dengan tekad yang sama," kata Surya Paloh di rumahnya, kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat, Ahad malam, 13 Oktober 2019. Meski begitu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate mengklaim yang dimaksud Surya adalah menyerahkan urusan bertambahnya koalisi kepada Presiden Joko Widodo. Dia membantah pertemuan Surya dan Prabowo membicarakan merapatnya Gerindra ke koalisi Jokowi. "Pak Jokowi yang wacana, ya keputusannya Pak Jokowi. Itu haknya Presiden bahwa dia bicara dengan kami," kata Johnny, Senin, 15 Oktober.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Sehari setelahnya, giliran Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Prabowo. Seusai pertemuan, Muhaimin mengatakan tak masalah Gerindra bergabung. Namun dia sekaligus mengimbuhkan Gerindra adalah makmum masbuk. "Iyalah, enggak apa-apa (masuk koalisi). Tapi, ibarat kalau kita sedang salat itu ada imam dan makmum. Nah, makmum yang datangnya belakangan itu namanya makmum masbuk," ujar Muhaimin di kantor DPP PKB, Jakarta pada Senin malam, 14 Oktober 2019. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menjelaskan, makmum masbuk adalah istilah untuk jamaah yang datang belakangan saat salat berjamaah. Makmum yang datang duluan dan di baris pertama itu layak mendapat unta, sedangkan yang datang belakangan idealnya juga duduk di saf belakang. Jazilul berharap Presiden Jokowi mempertimbangkan siapa yang sudah lebih dulu dan bekerja untuk koalisi. Jika diibaratkan dengan makmum masbuk, dia berpendapat, Gerindra pun semestinya mendapatkan tempat belakangan di koalisi Jokowi. "Kalau dianalogikan dengan makmum masbuk ya seperti itu. Yang datang belakangan ya dapat jatah belakangan," kata Jazilul, Selasa, 15 Oktober 2019.
Partai Golkar
Kemarin, Prabowo menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Seusai pertemuan, Airlangga menyebut kerja sama yang mungkin antara Golkar dan Gerindra ialah di parlemen. Dia menolak bicara soal kabinet dengan alasan hal itu merupakan domain Presiden Jokowi
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.