Berbeda dengan PDIP, Golkar masih memilih untuk mengambil sikap wait and see atau menunggu dan melihat dinamika politik di tiga pilkada. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD I Golkar Gorontalo Fikram Salilama mengemukakan, sebagai partai besar yang sudah melewati begitu banyak momen dan perhelatan politik, Golkar tidak mau gegabah dalam mengambil sikap. Keputusan dan langkah partai selalu harus melalui kajian dan hitungan yang cermat.
“Karena itu yang menjadi kunci keberhasilan Golkar dalam momentum politik di Indonesia,” ujarnya.
Makanya menurut Fikram, sampai sekarang secara resmi Golkar belum memberikan kepastian figur calon yang akan diusung di tiga pilkada. Karena ada prosedur dan mekanisme partai yang mengaturnya.
“Calon yang akan diusung Golkar akan ditetapkan melalui prosedur dan mekanisme partai. Nanti pada waktunya, keputusan itu akan diambil,” jelasnya.
Meski begitu, Fikram memastikan, Golkar tetap akan mengusung kader di tiga Pilkada. Karena Golkar punya banyak stok calon pemimpin. Fikram menyebut, Ketua DPD II Golkar Bone Bolango Zainudin Pedro Bau potensial untuk diusung. Begitu juga di Kabupaten Gorontalo. Ketua Golkar setempat juga memadai untuk diusung.
“Termasuk di Pohuwato. Kita banyak kader yang bisa diusung ke Pilkada,” tandasnya.
Fikram mengatakan, DPD I Golkar Gorontalo sejauh ini belum melakukan pertemuan formal membahas kesiapan menghadapi tiga Pilkada pada tahun depan. Meski begitu, penjajakan politik tetap dilakukan oleh para pengurus partai. Termasuk oleh Ketua DPD I Golkar Rusli Habibie.
“Karena belum dibahas dan diputuskan, maka saya belum bisa pastikan bagaimana positioning Golkar di tiga Pilkada tahun depan. Apakah akan bersama-sama dengan petahana atau nanti akan melawan petahana. Ataukah ada alternatif lain. Itu harus diputuskan dalam forum partai,” tandasnya sembari menambahkan pertemuan membahas hal itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. [hargo]