kabargolkar.com, RANTEPAO — Mengejutkan, dua kader tulen, yang juga calon anggota DPRD Toraja Utara terpilih, tidak bersedia dicalonkan menjadi unsur pimpinan (Wakil Ketua) DPRD Toraja Utara, periode 2019-2024.
Kedua kader itu, masing-masing Marthen Tonapa Parrangan dan Saparuddin Linopadang. Keduanya merupakan caleg incumbent terpilih. Khusus Marthen Tonapa Parrangan, yang akrab disapa Pong Sobon, merupakan kader Partai Golkar yang begitu lama menduduki kursi DPRD. Dengan periode 2019-2024, Pong Sobon sudah 4 periode menjadi anggota DPRD, sejak Toraja masih satu kabupaten (Tana Toraja) hingga mekar menjadi dua kabupaten dengan Toraja Utara.
Pong Sobon juga pernah dicalonkan menjadi Ketua DPRD Tana Toraja bersama Pretty Yuliana Tandirerung. Saat pemilihan, politisi asal Batutumonga, Sesean, ini, kalah dengan selisih satu suara.
Dengan tidak bersedianya dua caleg terpilih ini, otomatis tinggal tiga orang yang diusulkan oleh DPD II Partai Golkar menjadi calon Wakil Ketua DPRD Toraja Utara.
Itu sebabnya, Rapat Pleno pemilihan calon pimpinan DPRD Toraja Utara, yang dipimpin Ketua DPD II Frederik Victor Palimbong di Hotel Madarana Rantepao, Selasa, 6 Agustus 2019, berjalan lancar dan aman.
Rapat Pleno ini dihadiri Tim Seleksi DPD I Sulsel, masing-masing Sekretaris DPD I Sulsel, Abdillah Natsir dan Wakil Ketua Bidang Infrastruktur, John Rende Mangontan.
Ketiga nama yang diusulkan DPD II Partai Golkar Toraja Utara, yakni Julianto Mapaliyei alias Cuplis, Philipus Dambe, dan Calvin Para’pak Tondok.
Saat berita ini ditulis, ketiga calon ini sedang memaparkan visi dan misi mereka ketika dipercaya menjadi salah satu unsur pimpinan DPRD Toraja Utara. [
karebatoraja]