Acara diskusi (foto: kabargolkar.com)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Gelar seminar dan diskusi diadakan oleh BPPG pada Rabu, 7 Agustus 2019. Acara Bertajuk "Kupas Tuntas Persoalan Kepemimpinan Partai Golkar", bertempat di Hotel Sultan, Jakarta, 7 Agustus 2019.
Makmur Amir, pengamat hukum UI yang hadir di acara tersebut mengungkapkan bahwa berkembangnya negara tergantung parpol. Menurutnya, negara melindungi rakyat untuk berorganisasi. Hal tersebut dilindungi oleh konstitusi, sehingga masyarakat perlu untuk berorganisasi sebagai bekal ke depan memimpin negara.
Makmur mengatakan bahwa Golkar adalah organisasi dengan kader sebagai tulang punggungnya. Selain itu, sudah sewajarnya melakukan konsolidasi sesuai aturan organisasi.
"Sebagai organisasi kader, tulang punggung Partai Golkar adalah kader. Dalam roda organisasi, rapat (harian, pleno) dijadikan mekanisme untuk membahas hal-hal yang prinsip dan jalannya organisasi ke depan," ujarnya.
Lebih lanjut, Makmur menyatakan demokrasi membuka ruang untuk perubahan. "Dalam demokrasi yang tidak baik dalam organisasi, pimpinan boleh diganti. Apalagi kalau ada yang tidak sejalan dengan pimpinan kemudian diganti (plt-red)," lanjut Makmur.
Menurut Makmur tentang dukung-mendukung calon menjelang Munas Golkar adalah hal biasa. Makmur mengungkapkan bahwa pernyataan dukungan organisasi sah-sah saja, tetapi kemudian bila berbeda dengan pribadi itu hak asasi. (kabargolkar)