Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Hetifah Harap Dosen Asing Transfer Ilmu dan Tingkatkan Mutu Pendidikan
  Kabar Golkar   24 April 2018
KABARGOLKARRencana pemerintah, dalam hal ini Kementerian Riset, Teknologi, dan
Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) untuk mendatangkan 200 dosen asing harus dipahami sebagai bagian meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Diharapkan, dosen-dosen asing tersebut dapat berkolaborasi dengan PTN dan PTS guna membangkitkan iklim pendidikan yang lebih baik, khususnya dalam hal penelitian. "Itu sebagai bagian dari kebijakan afirmatif, agar bisa menjadi benchmarking. Karena diharapkan dengan adanya dosen asing, dosen dalam negeri berpikir keras (untuk meningkatkan kualitas diri dan pendidikan tinggi di Indonesia)," kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Seperti diketahui, Kemristek Dikti berencana untuk mengundang 200 dosen asing bergelar profesor ke sejumlah kampus di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018, tentang Tenaga Kerja Asing. Adapun tujuan utama dari didatangkannya para dosen asing tersebut adalah untuk mempekuat dosen-dosen lokal dalam hal penelitian, yang dirasa masih lemah. Dengan demikian diharapkan, kualitas dosen lokal dan pendidikan tinggi Indonesia dapat bersaing dengan kampus-kampus internasional. "Kita harus melihat pada konteks yang positif. Jangan jadi bangsa yang serba ketakutan," ujarnya. Oleh karena itu, dia berharap kepada masyarakat dan para dosen lokal jangan memandang hal itu sebagai sebuah ancaman akan dunia pendidikan kita. "Tujuannya adalah hanya ingin memacu, tidak ada maksud lain. kalau tidak ada pembandingnya, kita akan merasa hebat sendiri," tandasnya. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, rencana untuk mendatangkan para dosen asing tersebut bertujuan untuk mendorong iklim riset dan penelitian bagi perguruan tinggi di Indonesia. Karena menurutnya, secara kualitas dan kuantitas, penelitian dari dosen-dosen lokal masih dinilai sangat kurang. "Penelitian ini yang harus didorong, meski tidak menutup kemungkinan untuk supervisi. Kedatangan dosen kelas dunia ini mari kita manfaatkan untuk memebangun kultur akademis, kolaborasi riset, dan menciptakan jejaring pengetahuan di dunia. Jadi betul-betul dilihat dari sisi manfaat akademiknya," kata Gufron. Ditegaskan, kehadiran dosen asing tersebut tidak akan mengancam keberadaan dosen lokal. "Bagaimana mau mengancam, jumlah dosen kita 227 ribu, sementara yang kita undang hanya 200 dosen," imbuh Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM itu. Dijelaskan, syarat utama dosen yang akan didatangkan adalah berasal dari perguruan tinggi peringkat 100 dunia. Sampai dengan saat ini, tercatat 70 proposal dari sejumlah perguruan tinggi yang berkeinginan untuk mengundang dan berkolaborasi dosen asing. Dikatakan, banyak dosen lokal dan perguruan tinggi yang menyambut baik program tersebut. "Ibarat bermain bola, kita mengambil pelatih yang hebat-hebat. Mereka akan transfer teknologi dan jaringan," ungkapnya. Terkait dengan anggaran yang akan digelontokan pemerintah untuk membayar dosen asing itu, menurut dia hal tersebut disesuaikan dengan standar yang ada. "Mereka pada umumnya datang buka karena memikirkan gaji, mereka lebih kepada ingin berkolaborasi. Karena di Indonesia banyak yang bisa diteliti," jelas Gufron
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.