Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan Ibu Tatti Bakrie tiba di DPP Golkar untuk melaksanakan Shalat Iedul Adha , disambut oleh jajaran pengurus DPP Partai Golkar. Minggu pagi (11/8/2019) Photo/Istimewa[/caption]
Kabargolkar.com - Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie menilai Golkar pantas menduduki kursi Ketua MPR. Alasannya yakni karena Golkar merupakan partai dengan perolehan kursi terbanyak kedua di DPR RI pada Pemilihan Legislatif 2019.
" Ya kalau berdasarkan hasil Pileg 2019 kemarin, Haruslah, partai kedua terbanyak di DPR. Saya kira sangat wajar Ketua ketua MPR," kata Ical, sapaan akrabnya ketika baru selesai shalat Iedul Adha di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni Slipi, Minggu (11/8/2019).
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, serupa dengan pendapat ketua dewan Pembina Aburizal Bakrie, bahwa memastikan partai yang dipimpinnya mendapatkan kursi Ketua MPR periode 2019-2024.
"Kalau untuk (pimpinan) MPR sesuai dengan MD3 adalah paket, dan di antara paket itu sudah disepakati bahwa yang memimpin (mendapatkan kursi Ketua MPR) adalah dari partai Golkar," ucapnya ketika dimintai kembali untuk menegaskan posisi partai buat pimpin unsur MPR.
Terkait paket pimpinan MPR, Airlangga mengaku terus menjalin komunikasi dengan ketum parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Termasuk berkomunikasi soal kursi Ketua DPR.
Hasilnya, menurut Airlangga, pimpinan parpol koalisi Jokowi juga bersepakat mengenai susunan pimpinan DPR. Di mana PDIP berhak mendapatkan jabatan tersebut, sementara Golkar mendapatkan kursi Wakil Ketua DPR.
"Rata-rata mereka (ketum parpol) sudah menerima bahwa paket Ketua DPR sesuai dengan MD adalah pemenang pemilu pertama yaitu PDIP, Golkar adalah wakilnya demikian pula yang lain," tutupnya Airlangga