Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Wacana Kursi Menteri, Ketua DPR Ingatkan Hak Prerogatif Jokowi
  Kabar Golkar   12 Agustus 2019
[caption id="attachment_26901" align="aligncenter" width="700"] Ketua DPR Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Bambang Soesatyo mengingatkan agar partai-partai politik memberikan kesempatan kepada presiden terpilih Joko Widodo untuk menggunakan hak prerogatifnya dalam penyusunan menteri kabinet. "Setelah pemilu presiden selesai dan dimenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, saat ini partai-partai pengusung saling tarik-menarik kepentingan siapa mendapat apa, dan siapa mendapat berapa kursi di kabinet," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (11/8). Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, wajar bila partai koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf menuntut kursi kabinet karena telah bekerja keras bersama-sama memenangkan presiden petahana tersebut. Namun dia mengingatkan ada kepentingan bangsa lebih besar yang harus didahulukan oleh Jokowi, yakni menjaga situasi politik nasional yang kondusif, agar rencana pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua dapat dituntaskan dengan baik. "Pilihan rekonsiliasi atau tidak, harus diletakkan pada kepentingan bangsa," ucapnya. Politikus Partai Golkar ini mengingatkan kepada partai-partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf, agar memberikan kesempatan penuh kepada Presiden Jokowi menggunakan hak prerogatifnya dalam menentukan menteri kabinet, termasuk menyangkut rekonsiliasi. "Kesempatan itu termasuk memberikan kesempatan kepada Presiden terpilih untuk memutuskan, rekonsiliasi terbatas atau tidak. Sebaiknya, partai-partai politik termasuk Partai Gerindra dan lain-lainnya siap mengawal dan bekerja dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2024," tuturnya. Sinyal Partai Gerindra akan bergabung ke koalisi Presiden Jokowi dianggap menguat setelah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Kongres V PDI Perjuangan di Bali, pada 8 Agustus 2019. Prabowo duduk sebaris dengan kursi Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati, dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin. Megawati saat memberikan pidato pembuka bahkan menyapa secara khusus Prabowo, yang pernah menjadi calon wakil presidennya pada Pilpres 2009. Sejumlah sumber menyebut Gerindra akan mengincar kursi Menteri Pertanian, tapi anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengklaim partainya belum bicara ihwal menteri kabinet. (cnnindonesia)
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.