[caption id="attachment_27135" align="aligncenter" width="700"]
foto: ANTARA FOTO/Irfan Anshori [/caption]
kabargolkar.com, YOGYAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Kongres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada ( UGM). Di acara tersebut, JK hadir sebagai pembicara kunci. Dalam pidatonya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika Pancasila adalah dasar negara atau ideologi bangsa dan pondasi. Tujuan sebagai bangsa adalah meningkatkan kesejahteraan umum untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
"Banyak juga yang memutarbalikan bahwa Pancasila itu tujuan, bukan dasar," ucap Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya di pembukaan Kongres Pancasila XI di Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/08/2019).
Jusuf Kalla menyampaikan Pancasila, bukanlah sekadar slogan. Pancasila merupakan pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak hanya dihafalkan tetapi harus dimengerti, dihayati dan dihidupi. Baginya, penghayatan Pancasila dalam kehidupan masyarakat menjadi hal yang lebih penting dibandingkan penguraian Pancasila secara ilmiah.
Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana
Sebab Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana dan tegas. Sehingga tidak perlu untuk ditafsirkan ulang. "Soekarno melahirkan Pancasila dengan sederhana dan tegas," urainya Namun, terkadang dalam pelaksanaan dan penafsiranya berbeda-beda tergantung siapa yang menafsirkan. Penafsiran yang berbeda ini justru membuat pemahaman masyarakat menjadi rancu.
"Bung Karno sebagai penggali Pancasila tentu yang paling berhak menafsirkan apa yang telah digagasnya," urainya.
Pembahasan Pancasila jangan rumit
Karenanya, Wakil Presiden Jusuf Kalla berpesan agar pembahasan tentang Pancasila tidak dilakukan secara rumit sehingga justru menimbulkan kebingungan.
"Semakin sederhana pembahasan Pancasila, semakin orang bisa paham. Semakin orang paham, maka Pancasila semakin bisa dihayati," bebernya.
Ia berpesan agar para pembicara, peserta dalam Kongres Pancasila XI dapat berdiskusi dan menghasilkan pikiran-pikiran yang dapat dipahami oleh segenap masyarakat. "Semoga Kongres ini menghasilkan sesuatu yang sederhana, mudah dipahami, mudah dihayati, dan mudah diukur," ujarnya.
Kongres Pancasila XI yang digelar di UGM ini mengambil tema "Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa". Acara kongres ini digelar mulai 15 Agustus hingga 16 Agustus 2019. Di dalam Kongres ini, akan dipresentasikan 141 abstrak call for papers dari para peserta kongres. (
kompas)