Wayan Suyasa, Plt. Ketua DPD Golkar Badung. (wartabalionline)[/caption]
kabargolkar.com, MANGUPURA – Pasangan petahanan Pilkada Badung I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suiasa (Giriasa), kemungkinan tidak akan berhadapan dengan kotak kosong. Pasalnya, Partai Golkar Badung mulai memasang kuda-kuda menyiapkan penantang Giriasa pada Pilkada serentak 2020 mendatang.
Partai berlambang pohon beringin ini akan menjaring kader partai, serta tokoh masyarakat yang akan dicalonkan sebagai pasangan bupati maupun wakil bupati Badung. Plt Ketua DPD Golkar Badung Wayan Suyasa yang dikonfirmasi, Senin (19/8/2019) mengatakan, untuk pecalonan dalam pilkada Badung sudah ada mekanisme yang mengatur.
”Sesuai dengan aturan, partai bisa menelorkan calon dalam Pilkada kalau memiliki minimal 15 persen kursi di DPRD dan Golkar mempunyai hak itu. Namun, kami belum mau terburu-buru menunjuk calon yang diusung dalam Pilkada mendatang,” terangnya.
Partai Golkar sendiri lanjut Suyasa, memiliki aturan untuk menetukan siapa-siapa saja yang nantinya dijagokan nanti. ”Kami akan lakukan survei dulu, baru bisa bicara mengenai calon untuk Pilkada nanti. Kita akan lakukan survei baik kader dan nonkader yakni tokoh-tokoh independen yang memiliki elektabilitas baik sehingga nantinya bisa bertarung dalam Pilkada serentak nanti,”paparnya.
Siapa kader dan non kader yang akan disurvei ?, Suyasa yang juga Wakil Ketua Sementara DPRD Badung tersebut mengatakan masih dirahasiakan. “Kita lakukan penjaringan dulu dari survei, setelah itu baru nanti ada mekanisme partai lainnya. Kami menunggu petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis dari pimpinan kami di DPD Golkar Bali,” ungkapnya.
Kasak kusuk diinternal partai ada sejumlah nama yang masuk dalam survei Golkar untuk bisa dicalonkan dalam Pilkada Badung yakni Wayan Muntra (kader Golkar asal Kelurahan Benoa, Kuta Selatan), Wayan Suyasa yang kini sebagai Plt. Ketua Golkar Badung asal Mengwi dan AAN Ketut Agus Nadi Putra (kader Golkar dari Kuta Utara) dan sejumlah nama lainnya. (wartabalionline)