Anggota DPR RI terpilih Nurul Arifin dalam diskusi di Bandung, Selasa (20/8)[/caption]
kabargolkar.com, BANDUNG - Anggota DPR RI terpilih Nurul Arifin menyatakan kekuatan budaya dapat menjadi sumber devisa, karena menarik perhatian wisatawan asing. Hal ini diungkapkannya pada acara ‘Sundalilneals: Melestarikan Budaya Sunda di Tengah Modernisasi’ yang diselenggarakan Praja Muda Beringin di Bandung pada 20 Agustus 2019.
Wisatawan asing adalah sumber devisa. Devisa yang banyak, memperkuat ekonomi Indonesia. "Budaya menjadi kekuatan Indonesia untuk menarik wisatawan negara lain sehingga secara langsung menambah devisa," tukas Nurul.
Bagi Nurul, untuk mencapai daerah yang dapat menjadi sumber devisa, maka daerah tersebut mesti menghargai alam dan budayanya akan mendapat akan berdampak baik bagi kebahagiaan warganya. Ia merekomendasikan Bali sebagai contoh.
"Daerah yang menghargai dan menyayangi alam dan budayanya, dibayar dengan bahagia warganya. Seperti bali yang menjaga alam dan budayanya," ujar Nurul.
Nurul Arifin juga mengungkapkan bahwa budaya juga dapat berubah akibat akulturasi. Salah satu contoh terbaik adalah dalam memanggil ayah dan ibu.
"Kebudayaan yang berubah dengan terjadi akulturasi budaya. Dulu orang panggil orangtuanya Babeh-Enyak, sekarang sudah bisa dipanggil Daddy-Mommy dan Umi-Abi," tambah Nurul.
Terakhir Nurul mengingatkan bahwa budaya harus dijaga karena merupakan identitas dan bagian dari keseimbangan ekosistem.
"Budaya memperlihatkan identitas personal kita. Di tengah benturan budaya, kita harus menjaga entitas kebudayaan Sunda sebagai bagian dari ekosistem kehidupan," tutup Nurul.