19 September 2020
Menperin: Ketidakstabilan Rupiah Jadi Mimpi Buruk Pengusaha
  Administrator
  25 April 2018
  • Share :
kabargolkar - Nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah hingga mencapai angka Rp 13.900. Menteri Perindustrian Airlangga Hatarto menyebutkan nilai rupiah sangat penting bagi pertumbuhan industri sehingga dengan kenaikan ini bisa mengancam para pengusaha. "Stabilitas mata uang rupiah penting bagi industri. Jadi kalau mata uang yang tidak stabil itu tentu tidak dikehendaki oleh para pengusaha," kata Airlangga di kawasan Karet, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Kemudian beban utang Indonesia juga akan bertambah seiring dengan pembengkakan kurs rupiah terhadap dolar AS. "(Beban) utang tambah, dampaknya banyak. Yang penting rupiah harus stabil," kata Airlangga. Lebih lanjut, Airlanga menambahkan jumlah impor juga akan melambung karena rupiah naik sehingga Bank Indonesia diharapkan dapat bertindak menjaga stabilitas rupiah. "Impor sudah pasti lebih mahal , kalau ekspor bisa dapat tambahan. Tugas utama BI kan menjaga stabilitas mata uang," ungkap Airlangga. Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (24/4/2018) masih rentan mengalami pelemahan. Dalam catatan Bloomberg, mata uang garuda pagi tadi (24/4/2018) dibuka menguat ke level Rp 13.921 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan kemarin yang kian mendekati level Rp 14.000, tepatnya di level Rp 13.975 per dolar AS.{tribunnews}    
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.