Nyoman Budiada (Foto: I Made Martawan/Bali Express)[/caption]
kabargolkar.com, BANGLI - Dengan perolehan 6 kursi (20 persen) di DPRD Bangli, Partai Golkar sebenarnya sudah bisa mengusung calon sendiri pada Pilkada Bangli 2020. Namun demikian, Golkar memilih melakukan penjajakan ke arah koalisi bersama Demokrat (3 kursi). Kedua partai ini ingin membangun koalisi besar dengan mengajak gabung Partai Nasdem (2 kursi), Gerindra, Hanura dan PKPI masing-masing 1 kursi. Jika koalisi ini terbangun, maka terjadi peluang head to head dengan PDIP yang digadang-gadang mengusung Sang Nyoman Sedana Arta.
Niat Partai Golkar semakin mantap membangun koalisi besar setelah mendapat izin dari DPD I. Golkar Bangli dipersilahkan melakukan penjajakan dengan partai politik (parpol) di Bangli. “DPD I mempersilahkan melakukan penjajakan dengan partai di Bangli untuk diajak koalisi dan bekerja sama,” terang Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPD II Golkar Bangli Nyoman Budiada ditemui Kamis (26/9).
Diakuinya, Partai Golkar Bangli telah menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol, termasuk melakukan survey internal terhadap sejumlah tokoh. Yakni anggota DPRD Bali I Wayan Gunawan, politikus Golkar asal Batur yang dicopot dari jabatan ketua DPD II Golkar Bangli. Ada juga ketua PHRI Bangli yang juga asal Batur I Ketut Mardjana, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra, I Made Subrata (adik kandung Bupati Bangli Made Gianyar), anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar Nyoman Basma, dan ketua DPC Demokrat Bangli sekaligus Wakil Ketua Dewan Bangli Komang Carles. “Kami juga akan membuka penjaringan Januari nanti,” jelas politikus asal Desa Satra, Kecamatan Kintamani itu.
Sama halnya dengan Golkar, Partai Demokrat melalui Ketua DPC Komang Carles juga menginginkan koalisi besar. Pihaknya telah secara intensif menjalin komuniasi dengan parpol di luar PDIP. Bahkan, Carles terang-terangan menginginkan pertarungan head to head dengan PDIP yang mulai berproses menyambut Pilkada Bangli. “Kalau memang mau koalisi, pertarungan bisa head to head. Sah dah lawan PDIP,” tegas Carles. (baliexpress)