06 Desember 2020
Syahmud Basri Ngabalin: Kedewasaan Politik Elit Nilai Positif Bagi Demokrasi RI
  Administrator
  16 Oktober 2019
  • Share :
[caption id="attachment_29871" align="aligncenter" width="767"] Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Syahmud Basri Ngabalin (Istimewa)[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA -Beberapa pekan terakhir, politisi tanah air memberikan kejutan kepada publik terkait dengan komitmen mereka merawat sistem demokrasi Indonesia. Rivalitas politik yang sebelumnya memanas menjelang hingga beberapa bulan pasca Pileg dan Pilpres, berhasil disejukkan melalui kedewasaan para aktor politik dalam negeri. Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Syahmud Basri Ngabalin menilai situasi saat ini berhasil membungkam pandangan-pandangan pesimistis terhadap demokrasi Indonesia. Kata dia, sebelumnya banyak yang menilai bahwa demokrasi Indonesia mengalami kemunduran lantaran para aktor politik tak menunjukkan sikap saling merangkul dan menghargai. "Sekarang kita lihat, demokrasi Indonesia mulai menampakan hasil positif dengan hadirnya para politisi handal kita. Kita patut berbangga karena pelaksanaan Pemilu serempak berhasil dilaksanakan akibat kesadaran berdemokrasi," kata Syahmud di Jakarta, Rabu (16/10/2019). Adapun gonjang-ganjing sebelum dan pasca Pemilu, menurut dia itu merupakan konsekuensi dari demokrasi. Menurutnya, tidak ada rivalitas dan kompetisi politik tanpa aksi saling serang satu sama lain. Mengunggulkan diri sendiri dan kelompok sambil menyerang lawan, itu merupakan warna tersendiri dalam dunia politik di negara yang demokratis. Namun, lanjutnya, yang patut dinilai adalah sikap para aktor politik tersebut setelah kompetisi tersebut selesai dan hasilnya telah ditetapkan. Sikap merangkul dari pemenang dan sikap legawa dari yang kalah, itulah yang menandai kedewasaan berdemokrasi. Salahsatu yang diapresiasi Syahmud yaitu safari politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto ke beberapa Ketua Umum Partai Politik yang tergabung dalam koalisi pendukung Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. "Itu merupakan pelajaran politik yang sangat positif bagi perkembangan demokrasi. Para tokoh bangsa ini sementara mengkonfirmasi bahwa perbedaan pilihan politik itu adalah rahmat yang wajib direspon secara dewasa," tutur Syahmud. "Kita diajarkan bahwa ada kepentingan yang lebih besar dibandingkan rivalitas yang berkepanjangan. Mereka mengajarkan kita pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945," tambahnya. Seperti diketahui, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa hari yang lalu, selanjutnya Prabowo menemui Ketua Umum Partai Nasdem Suryo Paloh, dilanjutkan dengan pertemuan bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan selanjutnya bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Selain itu, Syahmud juga mencontohkan kedewasaan berpolitik di internal partainya sendiri, yakni Partai Golkar. Kata dia, sebelum pelantikan DPR, MPR dan DPD beberapa hari yang lalu, partai berlambang pohon beringin tersebut sempat memanas antara pendukung Bambang Soesatyo sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar dan Airlangga Hartarto sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar petahana. "Tapi akhirnya, Airlangga dan Bambang Soesatyo membuat kesepakatan yang mendamaikan pendukung mereka masing-masing. Dan itu disampaikan di depan publik dengan di saksikan sekian juta ratus mata. Sikap ini melahirkan pembelajaran positif bagi generasi muda, khususnya bagi kader Partai Golkar," ujarnya. Kata dia, contoh semacam ini sangat penting untuk diadopsi oleh semua politisi, terlebih para punggawa Partai Politik. Mengutamakan kepentingan kolektif di atas kepentingan pribadi dan kelompok adalah sifat yang mesti dimiliki oleh para politisi. "Kesepakatan antara Airlangga dan Bamsoet mampu meredam persoalan di internal Golkar, tanpa harus ada yang merasa tersakiti di antara mereka. Airlangga tetap menjadi Ketua Umum dan Bamsoet diantarkan menjadi Ketua MPR. Keduanya tetap bisa berjalan seiring untuk memajukan bangsa ini, sesuai dengan keinginan Partai Golkar itu sendiri," katanya. (akurat)
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.