[caption id="attachment_29913" align="aligncenter" width="700"]
Rahmad Masud dan Safaruddin (Foto: Kolase Tribun Kaltim) [/caption]
kabargolkar.com, BALIKPAPAN - Pilkada Balikpapan, adu kuat kakak Bupati Penajam Paser Utara, Rahmad Masud dan mantan Kapolda Irjen Pol Purn Safaruddin. Diketahui, Rahmad Masud merupakan kakak dari Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud.
Sedangkan Safaruddin, yang tampaknya bakal menjadi calon lawan tangguh Rahmad Masud merupakan jenderal purnawirawan bintang dua, eks Kapolda Kaltim. Balikpapan sebagai kota penyangga Kalimantan Timur, ibu kota negara yang baru, akan menggelar Pilkada Balikpapan 2020.
Kursi Walikota Balikpapan diprediksi akan sengit diperebutkan. Mengingat Walikota Balikpapan saat ini Rizal Effendi dari Partai NasDem tak bisa mencalonkan diri lagi karena sudah memimpin Balikpapan dua periode.
Namun, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud dari Partai Golkar dikabarkan maju di Pilkada Balikpapan dan menjadi calon yang diperhitungkan.
Rahmad Masud diketahui juga merupakan Ketua DPD Golkar Balikpapan. Ia membawa Partai Golkar sebagai pemenang pemilu legislatif di Balikpapan pada April lalu dengan perolehan 11 kursi. Tertinggi dari partai lain yang memiliki kursi di DPRD Balikpapan.
Sedangkan, Rizal Effendi justru tak mengantarkan satu pun kursi NasDem di DPRD Balikpapan. Dari total 45 kursi di DPRD Balikpapan, Golkar memperoleh 11 kursi, PDI-P 8 kursi, PKS dan Gerindra sama 6 kursi, Demokrat 4 kursi, Hanura 2 kursi, dan PKB 1 kursi.
Dari komposisi ini, hanya Golkar yang berhasil mengusung calon sendiri tanpa koalisi karena melebihi sembilan kursi. Partai lain yang mencari tambahan kursi atau koalisi untuk mengusung calon Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan yang dihelat September tahun depan.
Namun, hingga kini belum ada bentukan koalisi partai. Hanya, manuver-manuver dari para calon menghiasi Pilkada Balikpapan. Rahmad Masud mengatakan hasil pleno DPD Golkar Balikpapan sudah memutuskan dirinya sebagai Calon Walikota Balikpapan.
Hanya, belum ada SK dari DPP Golkar. Meski tanpa koalisi, Golkar bisa mengusung calon sendiri. Namun, komunikasi politik tetap ia lakukan dengan partai politik lain. "Kami membuka diri kepada semua partai," kata Rahmad saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (10/10/2019).
Soal wakilnya, ia belum memastikan apakah dari kalangan politisi, profesional atau akademisi. Yang jelas, dia bisa bersinergi dan bekerja sama dengan siapapun.
"Harus bekerja untuk kepentingan masyarakat Balikpapan. Itu komitmen saya," ujar Rahmad Masud.
Soal ibu kota negara, Rahmad Masud tak ingin mengaitkan. Namun, dia ingin membawa Balikpapan sebagai kota terkemuka, layak huni, apalagi sebagai penyangga ibu kota negara.
"Soal ibu kota negara itu hanya ketemu di persimpangan jalan saja. Balikpapan sejak dulu harus didorong maju sebagai kota layak huni," ujar dia. Rahmad Masud menegaskan, dijadikan atau tidak Kaltim sebagai ibu kota, Kota Balikpapan harus didorong maju. Rahmad Masud akan sowan ke keluarga besar Masud, meminta izin keluarga untuk maju sebagai calon Walikota Balikpapan.
Mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin yang kini memimpin DPD PDI-P Kaltim pun menyatakan siap maju pada Pilkada Balikpapan