Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Menteri ESDM Bahlil Lahadaia dan Menkeu Purbaya Bahas Strategi Optimalisasi PNBP Sektor ESDM
  Muzaki   19 Mei 2026
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia bersama Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia guna membahas strategi peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), percepatan swasembada energi, hingga pengembangan program listrik desa.

Dalam diskusi tersebut, Purbaya menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai langkah strategis yang disiapkan Kementerian ESDM, khususnya kebijakan yang dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada dasarnya, setiap upaya Pak Menteri ESDM akan saya dukung,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, (13/5/26).1

Ia menilai koordinasi lintas kementerian menjadi faktor penting agar kebijakan fiskal dan sektor energi dapat berjalan seiring dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keyakinannya terhadap sinergi antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, terutama dalam pengelolaan kebijakan energi dan optimalisasi penerimaan negara.

“Kami bersama Menteri Keuangan membahas program sinkronisasi, di antaranya bagaimana meningkatkan PNBP, tetapi juga bagaimana mewujudkan program swasembada energi dan listrik desa,” ujar Bahlil.

Menurut dia, pengelolaan potensi pendapatan negara di sektor ESDM perlu dilakukan secara terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

“Satu hal, saya bersama Menteri Keuangan Purbaya adalah satu tim yang baik dalam rangka mengembangkan penataan kembali potensi pendapatan negara yang baik di sektor ESDM,” tutur Bahlil.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi PNBP hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp112,1 triliun atau sekitar 24,4 persen dari target APBN sebesar Rp459,2 triliun.

Namun demikian, capaian tersebut mengalami koreksi 3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Penurunan dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas, belum optimalnya lifting minyak bumi, serta tidak adanya pengulangan setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk sektor sumber daya alam (SDA) migas, penerimaan tercatat Rp18,6 triliun atau turun 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya Indonesian Crude Price (ICP), turunnya lifting minyak bumi, dan perubahan kebijakan split bagi hasil.

Di sisi lain, PNBP SDA nonmigas mencatatkan kinerja positif dengan nilai Rp35,1 triliun atau tumbuh 7,1 persen (yoy), ditopang oleh kontribusi sektor mineral dan batu bara (minerba). Komoditas mineral menjadi penyumbang terbesar senilai Rp32,6 triliun, didorong oleh kenaikan harga emas, tembaga, dan nikel.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.