25 Mei 2020
Golkar Menilai Indonesia Akan Kuat Jika Prabowo Jadi Menhan
  Administrator
  22 Oktober 2019
  • Share :
[caption id="attachment_30138" align="aligncenter" width="750"] Prabowo Subianto ketika menghadap Jokowi di Istana Negara. Foto:KSP[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Sejumlah tokoh telah dipanggil ke Istana untuk membicarakan komposisi menteri kabinet Jokowi Jilid II. Salah satu nama yang menyita perhatian publik adalah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang dikabarkan akan menjadi menteri pertahanan (Menhan). Prabowo sudah dua kali menjadi penantang Presiden Jokowi dalam Pilpres. Tantangan pertama pada Pilpres 2014 kemudian berlanjut pada pesta demokrasi lima tahunan 2019 lalu. Menanggapi hal itu, Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menilai hak prerogatif menentukan sosok yang akan menjadi pembantunya. Termasuk Prabowo, meski sempat bertempur di Pilpres. Jokowi, kata dia, memiliki banyak waktunya terpilih menjadi presiden memikirkan tokoh yang akan dia jadikan pembantu. Dia meminta agar masyarakat tak perlu heran dengan wajah-wajah baru yang diperkenalkan. Dia menilai nama-nama itu berdasarkan akurasi politik yang sangat matang untuk mengisi posisi menteri. “Kabinet yang akan datang diperlukan kekompakan, kerja keras, dan langkah-langkah cepat,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10). Dia menegaskan, wajah politik saat ini adalah wujud dari rekonsiliasi di mana Jokowi ingin menciptakan stabilitas pemerintahan lima tahun mendatang. “Walaupun sesungguhnya rekonsiliasi itu sudah tercipta di parlemen tapi mungkin ingin diperkuat di kabinet pemerintah,” kata dia. Selain itu, ketua MPR itu membantu jika Gerindra bergabung ke kabinet maka akan mengurangi kualitas checks and balances di parlemen. Dia meyakini, meski mayoritas partai di Parlemen adalah koalisi Jokowi tapi tidak akan memgurangi kekritisan. “Karena yang dikritik ke depan bukan presidennya tapi kebijakan atau langkah-langkah para menteri,” kata dia. Justru, dia berharap menteri ke depan harus bekerja keras lagi agar presiden tidak dikritik di parlemen. “Nah masuknya Pak Prabowo untuk sementara ini diplot sebagai menhan yang saya dengar, itulah kompetensi beliau memang dalam bidang pertahanan,” ujarnya. Dia berharap kehadiran Prabowo sebagai Menhan akan membuat Indonesia memiliki pertahanan yang kuat dan disegani di kawasan Asia maupun global. Selain itu, dia juga mengklaim jika yang mensupport Prabowo Lebih banyak daripada yang menolak. “Karena saya meyakini beliau memiliki kompetensi di sana,” ucapnya. [indonesiainside]
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.