[caption id="attachment_30205" align="aligncenter" width="1140"]
Zainudin Amali. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)[/caption]
kabargolkar.com, JAKARTA - Zainudin Amali akhirnya resmi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, menyebut namanya dalam pengumuman susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (23/10/2019).
Zainudin selama ini dikenal sebagai politisi Golkar yang sudah malang-melintang sebagai wakil rakyat. Pria asal Gorontalo itu sudah empat kali menjabat sebagai anggota DPR RI.
Sebagai menteri baru, tugas berat sudah menanti Zainudin. Salah satunya bahkan secara eksplisit sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi saat mengundangnya ke Istana Negara.
Setidaknya ada dua pesan khusus Presiden Jokowi kepada Zainudin pada pertemuan tersebut. Salah satunya terkait PON Papua yang akan berlangsung tahun depan 2020. Selain itu, Presiden Jokowi juga tidak lupa menitipkan sepak bola Indonesia kepada Zainudin.
Lalu apa saja sebenarnya agenda olahraga besar yang menanti Zainudin dalam waktu dekat ini? Simak ulasannya di halaman berikutnya.
PON Papua 2020
[caption id="attachment_30206" align="aligncenter" width="700"]
Ilustrasi: Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) menyerahkan bendera PON kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) disaksikan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) pada penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jabar, 29 September 2016. (Foto: ANTARA FOTO)[/caption]
Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang multievent tertinggi di Indonesia. PON berlangsung setiap empat tahun sekali. PON di Papua merupakan edisi ke-20 sejak ajang ini pertama kali digelar 1948 yang lalu. Terakhir, PON berlangsung di Jawa Barat, 2016 lalu.
Meski bukan hajatan baru bagi olahraga di Indonesia, penyelenggaraan PON kerap menuai kontroversi. Mulai dari pengelolaan infrastruktur yang rentan dikorupsi hingga jual-beli atlet yang akan bertanding. Belakangan ini, sudah seperti tradisi kalau setiap tuan rumah PON bakal membajak atlet-atlet ternama dari daerah lain demi mendulang medali.
PON yang seharusnya menjadi ajang bagi atlet-atlet daerah untuk mengukir prestasi justru jadi bursa transfer bagi atlet-atlet amatir. Iming-iming gaji dan bonus yang besar pun menjadi alasan atlet untuk 'berkhianat' terhadap daerah asalnya.
Kongres PSSI
[caption id="attachment_30208" align="aligncenter" width="1161"]
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)[/caption]
Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan PSSI pernah menyebabkan sepak bola Indonesia disanksi FIFA. Akibatnya, kompetisi di Tanah Air terhenti dan tim nasional (timnas) Indonesia juga dilarang bertanding di ajang internasional.
Keputusan Imam terbit pada 18 April 2015 atau hanya berselang sehari setelah La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum lewat Kongres PSSI yang berlangsung di Surabaya.
Ini melengkapi kondisi PSSI yang tidak pernah kondusif sejak Nurdin Halid lengser 2011 lalu. Setelah Komite Normalisasi akhirnya berhasil menggelar pemilihan yang melahirkan kepemimpinan Djohar Airifn Husin 2011 lalu, beragam intrik mewarnai perjalanan PSSI.
Mulai dari kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang mengakibatkan dualisme kompetisi, hingga lengsernya ketua umum PSSI Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu