Dadang M Naser. (Foto: RMOLJabar) [/caption]
kabargolkar.com, BANDUNG - Kritik konstruktif dari seluruh pihak, baik akademisi, media, partai, maupun politisi, semua pasti diperlukan dalam sebuah negara demokrasi seperti Indonesia. Begitu disampaikan Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar Kabupaten Bandung Dadang M Naser dalam keterangan yang diterima, Minggu (27/10).
Praktik demokrasi di tanah air ini, kata dia, berbeda dengan negara lain. Dadang berpendapat bila di Indonesia tidak dikenal dengan partai oposisi secara kelembagaan. "Mari sama-sama bekerja untuk kemajuan bangsa dan negara. Ayo kita sama-sama terbuka dan tidak alergi kritik. Sikap kritis tetap harus ada, itu tandanya kita nyaah ka nagara (sayang kepada negara)," ujarnya.
Partai-partai yang berkoalisi di tingkat nasional, lanjut politisi yang akrab disapa Kang DN itu tetap harus menunjukkan sikap kritis demi kemajuan bangsa dan negara. "Ketika ada suatu kekeliruan dalam sebuah kebijakan, atau dalam implementasi sebuah kebijakan, itu harus dikoreksi. Tapi koreksi atau kritik itu jangan sampai membuat kisruh yang berakibat perpecahan," tuturnya.
Kebenaran dan keadilan, diharapkan Dadang, harus tetap ditegakkan, diawasi semua komponen. Jauhi sikap saling klaim paling NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). "Jangan jadikan SARA (Suku, Agama dan Ras) alasan perpecahan. Tanamkan karakter Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi kan perbedaan menjadi satu kekuatan bagi bangsa, untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan lebih maju," pungkas Kang DN. (rmol)