Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dyah Roro Esti Inginkan Botol Plastik Tidak Lagi Digunakan di DPR
  Kabar Golkar   29 Oktober 2019
[caption id="attachment_30518" align="aligncenter" width="650"] Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti Widya Putri[/caption] kabargolkar.com, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti mengusulkan pelarangan penggunaan botol atau kemasan plastik dalam kegiatan DPR. Hal tersebut ia ungkapkan saat diberi kesempatan berpidato dalam Rapat Paripurna DPR pada Selasa, 29 Oktober. "Saya ingin mengusulkan kepada Setjen DPR untuk mengeluarkan sebuah peraturan untuk melarang penyediaan botol dan kemasan plastik di setiap rapat yang diselenggarakan di DPR," kata Esti, sapaan akrab Dyah Roro Esti Widya Putri. Esti menuturkan bahwa Rapat Paripurna DPR kali ini sudah cukup baik karena sudah tidak lagi menggunakan botol plastik. Ia berharap hal ini diterapkan di rapat DPR lainnya. "Saya melihat sudah ada sebuah kemajuan karena sebelumnya di Rapat Paripurna masih menggunakan botol plastik tapi sekarang sudah tidak lagi. Maka saya harap ke depannya di ruangan lainnya juga mengimplementasikan hal yang sama," tutur Esti. Ia mengingatkan bahwa Indonesia sudah berkomitmen mengurangi gas rumah kaca yang dapat ditimbulkan dari produksi plastik. Komitmen ini termaktub dalam UU nomor 16 tahun 2016. "Mengingat bahwa kami sudah mengesahkan UU nomor 16 tahun 2016, yaitu bentuk komitmen Indonesia untuk merelisasikan COP 24 atau Kesepakatan Paris dan itu adalah upaya kita bersama untuk mengurangi gas rumah kaca sebesar 29 persen dan juga 41 persen dengan bantuan internasional," tambah Esti. Esti yang pernah berkecimpung di organisasi masyarakat madani bidang energi dan lingkungan ini menegaskan dampak buruk terhadap kondisi lautan di Indonesia jika penggunaan plastik terus dilanjutkan. "Jika kita tidak melakukan apa-apa maka di tahun 2050 akan ada lebih banyak sampah plastik dibandingkan ikan di lautan kita," tegasnya. Dalam pidato ini, Esti mengungkapkan juga peran Indonesia yang sangat besar dalam menghasilkan sampah plastik. "Indonesia ini pencemar plastik terbesar ke-2 di dunia. Setiap individu di Indonesia menyumbang sekitar 0,8 sampai 1 kilogram sampah plastik per tahunnya. Ini merupakan masalah yang besar karena plastik tidak bisa terurai dengan begitu saja, membutuhkan lebih dari seratus tahun," tukas Esti. Esti menutup pidato singkatnya dengan mengingatkan peserta Rapat Paripurna DPR tentang pentingnya mengubh gaya hidup masing-masing mulai dari sekarang untuk menuju Indonesia Emas 2045. "Maka saya ingin mengajak kita semua untuk mengubah gaya hidup masing-masing dari kita untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan, untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045. Jika tidak sekarang, kapan? Jika bukan kita, siapa lagi?" tutup Esti.
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.